Press ESC to close

UIN Jusila Matangkan Wisuda Periode I dan Terapkan Skema Penghargaan Baru

Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 yang direncanakan akan diikuti 720 calon wisudawan. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026 di auditorium Gedung Academic Center (GAC).

‎Menjelang pelaksanaan, sejumlah aspek teknis mulai dimatangkan, meliputi pembentukan panitia, penetapan kuota wisudawan, serta pengaturan lokasi dan fasilitas pendukung.

Selain itu, tim keamanan dan tim kesehatan turut disiapkan untuk memastikan rangkaian prosesi wisuda berjalan tertib, aman, dan lancar.

Persiapan Awal Menjelang Pelaksanaan

‎Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dedi Irwansyah, mengungkapkan bahwa UIN Jusila telah menetapkan kuota wisudawan untuk jenjang Strata 1 (S1), Strata 2 (S2), dan Strata 3 (S3).

“Kuota kita untuk wisuda periode kali ini, Periode I Tahun Akademik 2026/2027, kita mengalokasikan kuota 720 wisudawan untuk jenjang S1, S2, dan S3,” ungkapnya saat diwawancarai pada Kamis (13/8/2026).

‎Guna memastikan acara berjalan optimal, pihak kampus membentuk panitia pada Senin, 10 Agustus 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan koordinasi perdana melalui rapat pada Rabu, 12 Agustus 2026. “Panitia sudah kita bentuk sekitar tiga hari yang lalu dan kita sudah rapat kemarin,” tuturnya.

‎Dedi juga menyampaikan bahwa tahap awal persiapan wisuda kini telah berjalan. Panitia pelaksana telah resmi dibentuk dan melangsungkan rapat koordinasi bersama seluruh anggota panitia untuk mematangkan konsep serta teknis acara.

‎”Persiapannya, kita sudah bentuk panitia tahap pertama. Kita juga sudah rapat koordinator dan anggota panitia kemarin,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia memastikan pelaksanaan wisuda akan tetap berjalan sesuai jadwal yang tertera di kalender akademik. “Wisuda tetap akan dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik, tanggal 26 Agustus 2026,” jelas Dedi.

‎Ditanya mengenai kendala dalam persiapan wisuda, Dedi optimis pelaksanaan acara akan berjalan lancar. Menurutnya, wisuda merupakan agenda rutin tahunan sehingga panitia telah memiliki pengalaman untuk mengantisipasi dan mengatasi kendala yang mungkin terjadi.

‎”Mudah-mudahan tidak ada. Kalau kendala yang kecil-kecil sana-sini pasti ada, tetapi kalau kendala yang mengakibatkan wisuda tidak running, saya kira mudah-mudahan tidak, ya, karena ini acara rutin,” tuturnya.

Keamanan dan Kesehatan Disiapkan

‎Pihak kampus mengonfirmasi kesiapan pengamanan serta fasilitas kesehatan demi mendukung kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan wisuda mendatang. Dedi menegaskan, personel keamanan dipastikan hadir untuk mengawal seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai.

‎Selain tim pengamanan, pihak kampus juga telah menyiapkan tim medis guna mengantisipasi potensi gangguan kesehatan pada peserta maupun tamu undangan selama prosesi berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, kampus bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk menangani keluhan kesehatan ringan yang mungkin muncul selama acara.

‎“Iya, biasanya kita bekerja sama dengan Puskesmas. Insyaallah selalu ada untuk jaga-jaga, tetapi lebih ke sakit-sakit ringan, pusing atau lainnya,” jelas Dedi.

Evaluasi Penghargaan Wisudawan

‎Selain itu, pihak kampus tengah merencanakan pemberian penghargaan bagi lulusan berprestasi dalam gelaran wisuda mendatang. Kampus berencana menetapkan wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas agar apresiasi lebih merata.

“Sekarang kita belajar dari kemarin bahwa dinamika setiap fakultas itu tidak sama. Jadi, kita ambil terbaik dari setiap fakultas, sehingga setiap fakultas ada perwakilan,” terang Dedi.

Baca Juga:  Gelar Yudisium FTIK, IAIN Metro Siap Wujudkan Guru yang Unggul dan Berkarakter Islam

‎Ia menuturkan, evaluasi tersebut dilakukan atas dasar belajar dari pelaksanaan wisuda sebelumnya, ketika kategori penghargaan seperti wisudawan terbaik, termuda, dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sering kali hanya didominasi oleh satu fakultas.

“Berbeda dari kemarin kalau kemarin kita termuda, terbaik, tertinggi IPK ternyata hanya mengerucut pada satu fakultas,” tuturnya.

Pesan untuk Para Wisudawan

‎Warek I tersebut turut mengingatkan agar momen wisuda tidak dipandang sebagai titik akhir dari proses belajar dan pengabdian kepada masyarakat, melainkan sebagai momentum bersejarah yang menandai dimulainya perjalanan baru bagi para lulusan.

‎”Saya sendiri telah menulis sebuah essay Surat Cinta untuk Para Wisudawan. Jadi, untuk mengingatkan mahasiswa bahwa kita punya hak untuk bersenang-senang hari ini, ya, setelah rangkaian perjalanan panjang, usaha yang mungkin berdarah-darah, banyak pengorbanan, kita layak senang,” ungkapnya.

Selain berharap agar prosesi wisuda berlangsung lancar dan khidmat, Dedi juga mengingatkan para wisudawan agar menjadikan kelulusan sebagai bekal untuk menghadapi berbagai tantangan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kita jangan berhenti di titik yang senang ini. Ada hal-hal yang lebih realistis yang membutuhkan lebih banyak keterampilan, kompetensi, dan kita harus siap memasuki itu,” harapnya.

Respons Calon Wisudawan

‎Di tengah persiapan pelaksanaan wisuda yang terus dimatangkan oleh pihak kampus, sejumlah calon wisudawan mengaku masih belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai rangkaian kegiatan.

‎Sementara itu, salah satu calon lulusan menjelaskan bahwa pihak kampus hanya memberikan informasi mengenai jadwal pelaksanaan wisuda, sedangkan jadwal geladi bersih, belum disampaikan secara pasti oleh pihak kampus.

“Seharusnya memang harus ada kepastian jadwal wisudanya, jadwal geladi pun harusnya sudah ada, agar para mahasiswa tidak bingung menunggu kapan,” ujarnya.

‎Ia juga berharap pelaksanaan wisuda nantinya dapat berjalan lancar tanpa kendala. Ia meminta panitia tidak melakukan perubahan tanggal atau hari pelaksanaan secara mendadak agar tidak menimbulkan keluhan dari mahasiswa.

“Saya sendiri berharap acara wisuda tahun ini dapat berjalan lancar tanpa halangan apa pun, dan jangan sampai ganti tanggal atau hari karena nanti mahasiswa banyak komplain,” pungkasnya.

‎Senada dengan tanggapan tersebut, Yusuf Amrullah, calon wisudawan Pendidikan Agama Islam (PAI’22) turut menyoroti kesiapan pelaksanaan wisuda, khususnya kapasitas Gedung Academic Center (GAC) dan kepastian jadwal geladi.

“Pertama, Gedung GAC mampu menampung mahasiswa yang akan diwisuda. Kedua, pelaksanaan geladi persiapan jangan sampai sifatnya dadakan karena kita tidak mengetahui keadaan mahasiswa masing-masing di lokasi,” ujarnya.

‎Ia juga berharap seluruh fasilitas pendukung dapat berfungsi secara optimal serta pihak kampus menyediakan konsumsi bagi para wisudawan selama kegiatan berlangsung.

“Saya berharap semoga ketika acara berlangsung semua fasilitas dapat berfungsi dengan baik, baik itu pendingin ruangan maupun kebersihan gedung. Saya juga berharap ada konsumsi yang disediakan oleh kampus untuk para wisudawan,” harapnya.

Reporter: Alfya/Humai

Ilustrasi: Dok.Kronika/Rehan

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *