Festival UKM/UKK, Tarik Maba Gabung Ormawa

 

 

Acara talkshow sebagai puncak Festival Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/Unit Kegiatan Khusus (UKK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro. Mengusung tema Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Menyambut Era Society 5.0, di Gedung Serba Guna (GSG) Kampus I IAIN Metro, Kamis (15-9-2022).

 

Turut hadir Wakil Rektor (Warek) III sekaligus narasumber, Mahrus As’ad, Pembina UKM Riset dan Inovasi (Renov), Yudistira Ardana, Pembina Resimen Mahasiswa (Menwa), Arif Budiman, Perwakilan setiap UKM-UKK, serta 31 peserta. Taklshow tersebut juga menghadirkan Munif Jazuli, mantan Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I) IAIN Metro tahun 2020 sebagai Narasumber.

 

Acara ini bertujuan untuk menarik minat bakat yang dimiliki mahasiswa. Selain itu, lebih memperkenalkan organisasi yang ada di IAIN Metro kepada mahasiswa baru Tahun Angkatan 2022.

 

Festival tersebut menyajikan berbagai macam lomba dari masing-masing UKM dan UKK. Lomba tersebut yakni Lempar Pisau oleh UKK Menwa, lomba Fotografi Jurnalistik oleh UKM Kronika, lomba Dai dan Da’iah oleh UKM Lembaga Keagamaan Kampus (LKK), lomba Fun Climbing oleh UKM Mapala, lomba Ranking I oleh UKM Renov, lomba Pembuatan Tandu Darurat oleh UKK Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI), lomba Gambar oleh UKM Ikatan Mahasiswa Pencinta Seni (Impas), Bulu Tangkis oleh UKM Ikatan Mahasiswa Pencinta Olahraga (Impor), dan lomba Master of Ceremony oleh UKK Pramuka.

 

Mahrus As’ad, menyampaikan bahwa era society 5.0 berjalan dan berubah sangat cepat. Sebagai mahasiswa kita harus pandai beradaptasi. “Mengikuti organisasi merupakan hal yang penting bagi mahasiswa, karena dampaknya akan terasa untuk kemajuan kampus,” ujarnya.

 

 

Ia berharap, acara tersebut dapat memberi daya tahan bagi kita semua. Sejak saat ini, visi Indonesia sudah dicanangkan untuk 2045 saat kemerdekaan Indonesia berumur 100 tahun. “Kita tentu tidak berharap hidup sampai besok, kita berharap kehidupan ini terus berlangsung,” tuturnya.

 

 

Selanjutnya, Munif menerangkan bahwa masuk ke dalam suatu organisasi dapat menyentuh ruang intelektualitas. Tak hanya aktif berkegiatan, tetapi juga memberikan dampak ke masyarakat sekitar.

 

Ia juga mengatakan bahwa untuk menjadi orang besar kita harus meninggalkan zona nyaman. Membatasi diri terhadap tantangan dan problematika kehidupan akan menciptakan zona nyaman. “Zona nyaman adalah musuh yang nyata terhadap kemajuan diri dan organisasi,” ungkapnya.

 

Ibnu Hafif, peserta dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI’20), juga menanggapi bahwa acara ini luar biasa. “Karena melibatkan semua UKM/UKK yang menarik para mahasiswa baru untuk ikut bergabung dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan,” ungkapnya.

 

Tanggapan baik juga datang dari Hendri Irawan, peserta dari jurusan Akuntansi Syariah (AKS’22). Ia berharap, semoga acara ini dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa dan lebih kenal bagaimana kegiatan yang terdapat dalam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

 

 

(Reporter/Abizard/Ulva)

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0