FGD Dema-I Ajak Masyarakat Analisis Kebijakan Pemerintah Kala Pandemi

Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I) IAIN Metro mengadakan Focus Group Discussions (FGD) via daring, bertemakan Analisis Kebijakan Kota Metro dalam Pencegahan dan Penanggulangan Pandemi COVID. FGD dilakukan melalui aplikasi google zoom, Kamis (23/04).

FGd di buka untuk umum, diikuti 137 peserta dari berbagai kalangan. Peserta sebelum mengikuti acara ini, diminta untuk mengikuti berbagai persyaratan seperti membagikan info FGD ke grup WhatsApp masing-masing.

Tujuan FGD adalah supaya masyarakat luas tahu, kebijakan yang sudah dikeluarkan pemerintah kota Metro dalam menangani pandemi Covid-19. Dikarenakan masyarakat kalangan menengah kebawah jarang ada yang tahu, “Maka, pematerinya adalah orang yang membuat kebijakan tersebut yaitu camat Metro Pusat kota Metro,” ujar Nurul Daroini, salah satu panitia acara.

“FGD ini sangat penting untuk masyarakat kota Metro. Agar mereka tahu kebijakan apa yang hari ini dibuat oleh pemerintah kota Metro. Apakah kebijakan tersebut berpihak kepada masyarakat menengah kebawah atau menengah keatas,” katanya saat diwawancarai Kronika via WhatsApp.

Ia berharap, semoga mahasiswa lebih melek terhadap lingkungan sosial, hidup kita sebagai mahasiswa tidak hanya tentang kampus saja. Namun, ada hal besar yang perlu digagas dan di perjuangkan.

M. Munif Jazuli, ketua umum Dema-I mengatakan, “Kita sebagai mahasiswa yg mempunyai fungsi sebagai agen intelektual dan kontrol sosial maka diharapkan mmpu menganalisis, mengetahui, kritis, dan mampu memberi kritik, serta saran yang solutif. Terhadap segala bentuk regulasi kebijakan pemerintah kota Metro dalam menangani Covid-19. Mahasiswa bisa menjadi jembatan kedua antara masyarakat dengan pemerintah,” terangnya.

Salah satu peserta FGD, Rika Robaina mahasiswa PIAUD, berharap, “Semoga apa yang sudah tersampaikan tadi dapat kita ikuti dengan baik. Kota Metro secapatnya menjadi aman dari virus. Sebab, adanya Covid-19 ini banyak yang masih mengeluhkan kebutuhan yang tidak terpenuhi, karena harus berdiam diri di rumah saja tanpa bisa melakukan aktivitas kerja seperti biasanya”, tuturnya pada Kronika.

 

(Reporter/Lusi)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0