FGD MKKS-MKKM, Ajang Edukasi Pendidik Terkait Radikalisme

 

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) MKKS-(Musyawarah Kerja Kepala Madrasah) MKKM se-Provinsi Lampung, dengan tema Peneguhan Moderasi Beragama dalam Sinergi Melawan Radikalisme dan Terorisme untuk Menjaga NKRI. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Senin (06-06-2022).

 

Turut hadir Wakil Gubernur Lampung, Chusnia Chalim, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjudin, Wakil Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, Kepala Kantor Kementrian Agama Provinsi Lampung, Puji Raharjo, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Jazim Ahmad.

 

Komandan Distrik Militer (Dandim )429 Lampung Timur, Damiri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Firzada,Kementrian Agama Metro, Yusuf, Kepala Dinas pendidikan Kota Metro, Suwandi, Rektor IAIN Metro, Siti Nurjanah, dan 161 peserta.

 

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, yakni 06–07 Juni 2022. Pada hari pertama dilaksanakannya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan Musyawarah Kerja Kepala Madrasah se-Provinsi Lampung. Selanjutnya, pada hari dilaksanakan disuksi bersama Rektor se-Sumatra.

 

Siti Nurjanah, dalam sambutanya mengungkapkan, FGD Rektor se Indonesia dan Guru se Provinsi Lampung bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana melakukan pencegahan terkait radikalisme, terorisme, dan peneguhan moderasi beragama. Sehingga nantinya guru sekolah tingkat dasar dan menengah dapat bekerjasama melawan radikalisme dan terorisme tersebut.

 

“Amanah yang diberikan Jenderal Ahmad Nurwahid, untuk membahas mengenai pelarangan ideologi yang bertentangan dengan pancasila sehingga indonesia terbebas dari radikalisme dan terorisme,” jelasnya.

 

Chusnunia Chalim, dalam sambutannya menyampaikan, tindakan memandang agama yang ekstrim disebabkan karena wawasan yang kurang luas. Melalui tenaga pendidik ia berharap bisa menambah wawasan dan menyampaikan mengenai radikalisme sejak dini, sehingga dapat  mengedukasi tentang radikalisme.

 

Tanggapan positif datang dari Rita Yusnely, Guru SMPN 2 Punggur, mengatakan acara ini dapat memberikan pemahaman bagi para pendidik. Menurutnya radikalisme jika dibiarkan akan sangat berbahaya, “Bagus sekali ya, apalagi untuk kita tenaga pendidik karena memberitahu anak-anak untuk tidak mengikuti moderasi beragama yang salah,” jelasnya.

 

Harapan lain juga datang dari Prapti, Guru SMPN 1 Punggur. Ia mengungkapkan nantinya siswa dapat mengetahui apa itu terorisme dan radikalisme. Sehingga dapat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Anak-anak didik kita nanti bisa mengerti tentang NKRI, dan bisa melawan radikalisme dan terorisme untuk menjaga NKRI,” harapnya.

 

(Reporter/Bela/Reza)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0