Fortamadiksi 2019: Minimalisir IPK Turun, Pertahankan Beasiswa dan Prestasi

Ikatan Mahasiswa Bidikmisi (Ikabim) IAIN Metro menggelar Forum Taaruf Mahasiswa Bidikmisi (Fortamadiksi) dengan tema Tingkatkan Empati Melalui Fortamadiksi IAIN Metro, di gedung Munaqosyah lantai III IAIN Metro, Sabtu (31/08). Fortamadiksi ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 31 Agustus-1 September 2019 mendatang, yang diikuti 133 peserta dari angkatan IX Bidikmisi.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang di selenggarakan setiap tahun setelah Mahasiswa Baru (Maba) Bidikmisi masuk kuliah, guna mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa empati, sesuai dengan tema yang diangkat, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum Ikabim, Anggraini Silvia Putri.

Rangkaian acara Fortamadiksi ini berupa materi di siang hari, Pentas Seni (Pensi), dan dilanjutkan istigosah serta renungan bersama pada malam hari, kemudian pada hari kedua diadakan game outdoor.
Peserta Fortamadiksi ini nantinya akan bermalam di kampus. Untuk perempuan akan diinapkan di gedung Munaqosyah lantai III dan laki-laki di masjid Adzkiya IAIN Metro.

Selama dua hari ke depan dijaga kesehatannya, “Karena kita akan menginap, di media sosial mungkin tersebar bahwa orientasi terkesan menyiksa. Tetapi kami disini berusaha supaya membuat kalian semua nyaman,” tutur Anggraini dalam sambutannya.

“Materi pada siang ini tentang kebidikmisian dan bagaimana menjaga Indeks Prestasi Komulatif (IPK) supaya tidak turun, karena banyak yang masih setengah perjalanan tetapi tidak bisa mempertahankan IPK nya,” ujar Abdur Rouf, Ketua Pelaksana.

Rouf dalam wawancaranya juga mengungkapkan, angkatan IX ini bisa mendapatkan output yang berguna khususnya bagi angkatan mereka, “Semoga angkatan ini bisa mempertahankan IPK nya, batas minimal IPK mahasiswa Bidikmisi yakni 3,33. Jikalau sampai 2 kali berturut-turut IPK nya turun, ya terpaksa harus dicabut beasiswa tersebut,” tambahnya.

Deni Mulyo Raharjo, peserta dari jurusan Ekonomi Syariah (ESy) mengatakan beruntung bisa mendapatkan Beasiswa Bidikmisi ini, “Saya mengikuti acara ini karena memang diwajibkan bagi mahasiswa Bidikmisi dan untuk menambah teman,” katanya saat diwawancarai Kronika.

Semoga beasiswa Bidikmisi tidak diganti dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), “Tahun depan semoga masih tetap ada, tidak dihapuskan. Karena wacana dari pemerintah akan dihapuskan pada tahun depan,” pungkasnya.

(Reporter/Nissa)