Gelar Workshop Orienteering Perdana, UKM Mapala Ajarkan Hidup di Alam Liar

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengadakan Workshop Orienteering. Tema yang diusung Learning to Get Into the Wild and Comeback Alive. Bertempat di Gedung Munaqosyah Lt. III, Sabtu (6-8-2022).

 

Turut hadir Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama sekaligus membuka acara, Mahrus As’ad, Pembina Mapala, Ahmad Bustomi, Dewan Penasihat, Tri Puspita Sari, delegasi UKM dan Unit kegiatan Khusus Mahasiswa (UKK), serta diikuti 20 Peserta.

 

Orienteering sendiri merupakan olahraga alam bebas yang menuntut orienteer untuk berpikir serta bernavigasi secara bersamaan, dalam waktu yang sesingkat mungkin. Orienteering juga berhubungan dengan bernagivasi di alam liar menggunakan peta dan kompas guna mengasah kemampuan raga dan pikir.

 

Dalam workshop ini menghadirkan narasumber bidang Pemetaan Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Lampung, Paryanto. Materi yang disampaikan mengenai Navigasi Darat (Nad) tentang penggunaan peta dan kompas di alam liar.

 

Mahrus As’ad, dalam sambutannya menyampaikan alam liar yang ada saat ini bukan hanya ada di hutan, melainkan kehidupan nyata setelah kuliah juga merupakan alam liar. “Alam liar itu hutan atau kehidupan kita,” ungkapnya.

 

Ia berpesan kepada seluruh peserta untuk dapat terus berjuang di kehidupan nyata setelah tamat dari bangku kuliah. “Bagaimana kita nanti bisa tetap survive, comeback to the home alive,” ujarnya.

 

Bustomi, dalam sambutannya, berpesan kepada anggota mapala bahwa apa yang dikerjakan saat ini merupakan proses belajar dan hasilnya baru akan dapat dirasakan ketika sudah berada di masyarakat. “Jangan liat hasilnya sekarang, karena kalian memetik hasilnya nanti,” ungkapnya.

 

Muhammad Apid, Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa workshop Orienteering ini merupakan yang pertama kalinya. Bertujuan untuk mengenalkan tentang orienteering kepada anggota muda/anggota baru UKM Mapala Jurai Siwo.

 

Antusias datang dari peserta, Vanesa Aulia Arum, Tadris Bahasa Inggris (TBI’21). Ia mengungkapkan bahwa kegiatan orienteering ini merupakan kegiatan yang sangat diperlukan untuk melatih dan menambah ilmu tentang navigasi darat. “Jadi kalo kita mau mendaki, setidaknya kita tahu tentang Nad,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia menganggap materi tentang Nad ini sangat bermanfaat. “Ke depannya ada workshop seperti ini lagi terlebih dengan materi gunung hutan,” harapnya.

 

Sama halnya dengan Vanesa, Tanti Suciani, Tadris Biologi (Tbio’21), berharap materi yang telah disampaikan oleh pemateri dapat diimplementasikan oleh audiens. ”Siapapun audiensnya bisa nerapin ilmu ini di kehidupannya,” harapnya.

 

(Reporter/Azis/Utami)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0