IAIN Metro Raih Juara Harapan 2 Karya Tulis Al-Qur’an pada OASE 2021

Kontingen IAIN Metro berhasil meraih Juara Harapan 2 Karya Inovasi, cabang lomba Karya Tulis Al-Qur’an pada Olimpiade Agama Sains dan Riset (OASE) yang diadakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI). Bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN), Ar-Ranirry, Banda Aceh.

 

Terdapat empat cabang perlombaan yang masuk final dari IAIN Metro sendiri, yaitu Olimpiade Matematika, Karya Tulis Al-Qur’an, Media Pembelajaran, Iklim Limbah Lingkungan dan sumber daya terbarukan. Namun, hanya Karya Tulis Al-Qur’an yang berhasil memperoleh juara.

 

Anggota tim cabang lomba Karya Tulis Al-Qur’an berjumlah tiga orang dengan anggota Umi Saputri, Tadris Biologi (TBio’19), Eka Julisa Putri, Pendidikan Agama Islam (PAI’19), dan Mega Anjarwati, Hukum Ekonomi Syariah (HESy’19). Karya Tulis Al-Qur’an yang dibuat berjudul Bela Negara dalam Perspektif Al-Qur’an (Reinterpretasi Ayat-ayat Jihad dengan Pendekatan Ma’na Cum Maghza).

 

Alasan mengulas judul tersebut karena tertarik untuk mengkaji dan meneliti sebab terjadinya bom teroris di gereja katedral yang belum lama ini terjadi. Selain itu, untuk metode penelitian menggunakan pendekatan ma’na cum maghza atas rekomendasi dari Ibnu, alumni IAIN Metro.

 

Waktu pembuatan Karya Tulis Al-Qur’an, jika diurutkan dari membuat judul hingga konsep, sudah sejak 12 Oktober 2021. Sedangkan pada 14 Oktober 2021, mengikuti seleksi internal oleh kampus IAIN Metro. Kemudian mengikuti bimbingan dari dosen IAIN Metro sejak 15 Oktober s.d. 23 November 2021.

 

Pada 23 November 2021, tim yang terdiri dari tiga orang tersebut berangkat ke Aceh bersama dengan Wakil Rektor III, Mahrus As’ad, Pranata  Humas Ahli Muda Subbagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Lucky Firman Ashodiq, dan Pembimbing dalam pembuatan Karya Tulis Al-Qur’an, Nasrul Hakim. Sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 27 November 2021, di UIN Ar-Ranirry, Banda Aceh.

 

Aspek penilaian sendiri yaitu saat presentasi pertama, aspek penyajian atau penyampaian isi dari penelitian. Kedua, aspek sikap. Ketiga, aspek komunikatif, maksudnya kemampuan saat menjawab pertanyaan juri. Keempat, aspek kesesuain, maksudnya apa yang sampaikan dan sajikan harus sesuai dengan isi dari karya tulis yang dibuat.

 

Nasrul Hakim, mengatakan, persiapan mengikuti OASE ini  sangat mepet, sehingga dalam persiapannya pun sangat mendadak. Belum lagi Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang keluar sangat lama dan berubah-ubah secara mendadak.

 

Ia pun berharap agar mahasiswa yang saat ini berada pada semester satu dan tiga, bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti olimpiade sains dan riset tahun berikutnya.
“Mahasiswa semester 1 dan 3 bisa mempersiapkan untuk mengembangkan keterampilan minat dan bakat di bidang olimpiade sains dan riset,” ujarnya.

 

Umi Saputri,  mengaku sangat bahagia dengan keberhasilannya dan tim. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini adalah awal yang baik karena sebelumnya ia pernah gagal berjuang pada perlombaan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Se-Sumatera di Padang.

 

“Alhamdulillah berkat kerja keras dan pantang menyerah. Meskipun hanya harapan 2, setidaknya ada rasa bahagia tersendiri karena rasa kecewa sebelumnya sudah terbayar di Aceh dalam perlombaan OASE se-Indonesia,” pungkasnya.

 

Tanggapan positif juga disampaikan Mega Anjarwati, meskipun merasa sedikit kecewa karena usaha yang ia keluarkan sedikit dan kurang maksimal. Namun, Ia tetap bangga karena baru pertama kali mengikuti lomba Karya Tulis Al-Qur’an dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa hingga bisa ke Aceh.

 

(Reporter/Viki/Elta)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0