IAIN Metro Terapkan New Normal

Setelah pemerintah pusat menyatakan akan memasuki era new normal, banyak tempat bahkan instansi pendidikan ikut serta menerapkan new normal, agar dapat beraktivitas sebagaimana mestinya.

 

Begitupun yang dilakukan IAIN Metro sejak 05 Juni lalu dan akan terus dievaluasi pelaksanaan untuk ke depannya. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) serta Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) juga sudah mengeluarkan kebijakan bahwa pegawai pemerintah harus mulai beraktivitas lagi secara terbatas, tapi tetap mengikuti standar protokol kesehatan.

 

Berdasar pada aturan Kemenag, Rektor IAIN Metro membuat keputusan turunan dalam bentuk surat edaran Rektor, mengenai Work From Office (WFO).

 

Muhktar Hadi, ketua gugus tugas Covid-19 IAIN Metro sekaligus Wakil Rektor II, mengatakan, pegawai IAIN Metro sudah mulai WFO. Bagi pegawai yang tinggal di daerah zona hijau dan kuning seperti kota Metro wajib WFO, serta bagi dosen yang tinggal atau berasal dari zona merah, atau karena kondisi kesehatan, jarak tempuh yang jauh, dan pengguna angkutan umum yang rawan tertular Covid-19 diberikan dispensasi WFH, tapi tetap menjalankan tugas secara daring.

 

“Dengan tetap memperhatikan protokol standar kesehatan, maka selama new normal warga kampus diharapkan untuk selalu menggunakan masker, cuci tangan, kontrol suhu badan, tidak berjabat tangan dan tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak,” jelasnya via WhatsApp, Selasa (09/06).

 

Muhktar menambahkan, “Tidak ada sanksi secara hukum bagi yang melanggar peraturan tersebut. Namun, bagi yang tidak mengikuti standar protokol kesehatan, maka tidak akan diberikan pelayanan sampai protokol kesehatan itu dipenuhinya,” tambahnya.

 

“Masa new normal ini bukan berarti wabah Covid-19 sudah berakhir, tetapi wabah tersebut tetap ada. Hanya karena untuk kepentingan yang lebih besar, aktivitas ekonomi dan sosial, termasuk pendidikan harus mulai dibuka kembali, caranya dengan patuh terhadap protokol kesehatan yang telah ada,” katanya.

 

Salah satu mahasiswa Perbankan Syariah’17, Maya Nita Sari Mahasiswi, mengakui bahwa ia belum mengetahui tentang new normal yang diberlakukan di kampus. Namun, ia mendukung penuh. Karena jika tetap kuliah daring membuatnya kesulitan, “Setuju dengan hal ini, asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan. Soalnya kalo kuliah daring terus-terusan gak enak, banyak kendala yang dihadapi,” tuturnya via WhatsApp, Kamis (11/06).

 

(Reporter/Hesti)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0