Inginkan Evaluasi Sistem Perkuliahan Daring, Sema Dema Ajukan Surat Pernyataan

Beralihnya sistem perkuliahan menjadi daring menuai berbagai permasalahan, karena dianggap kurang tersistem oleh mahasiswa. Tak ingin diam saja melihat hal tersebut, Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (Dema-I) pada Selasa (31/03) lalu, mengeluarkan surat pernyataan sikap pimpinan Ormawa di tingkatan Institut.

 

Surat tersebut dilayangkan kepada pimpinan IAIN Metro. Ketua Dema-I, M. Munif Jazuli, mengatakan, kronologi pembuatan surat ini karena adanya regulasi, berupa aturan pencegahan pandemic Covid-19 dari pemerintah, Kementrian Agama (Kemenag), dan Rektor.

 

“Surat kami sudah direspon, tapi belum sepenuhnya terealisasi. Kami tetap optimis dan ini masih harus dikawal. Di mohon dengan sangat pimpinan IAIN Metro terbuka, minimal gelar konferensi pers yang bisa di lihat dan didengar segala bentuk regulasi dan surat edarannya,” ujar Munif saat dihubungi Kronika via WhatsApp, Rabu, (8/04).

 

Tujuan dari surat ini adalah untuk mengapresiasi regulasi yang diterbitkan Rektor IAIN Metro dalam ikhtiar mencegah Covid-19, mengevaluasi sistem perkuliahan tentang efektivitas belajar, serta meminta kampus agar menyediakan free acces untuk menunjang kuliah daring untuk civitas akademika.

 

Munif menambahkan, rencananya dari pihak Dema-I juga akan mengeluarkan surat yang berisi tentang dispensasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan surat dari Kemenag.

 

Bukan hanya dari tingkatan Institut, tingkatan fakultas juga melakukan hal serupa. Sema dan Dema Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Metro, mengajukan surat pernyataan sikap Ormawa pada Jumat (3/04).

 

Bertujuan untuk menyalurkan aspirasi dan keluhan mahasiswa yang ditujukan langsung kepada dekan FEBI dan nantinya akan diteruskan ke pimpinan lembaga, “Surat menuai banyak pro dan kontra di kalangan warga kampus. Salah satu poin surat kami yaitu mengenai tuntutan diskon UKT sebesar 40%,” kata Abdul Rouf, Ketua Dema FEBI. Ia berharap, semoga dapat dikabulkan apa yang menjadi tuntutan.

 

Fabio Vieri Hani, (Esy/IV), memberikan komentar positif terhadap surat pernyataan sikap Ormawa FEBI, “Saya sangat setuju dan mendukung penuh, sebagai Ormawa setidaknya mereka berani menuntut apa yang menjadi hak mahasiswa, apalagi kalau sampai terealisasikan,” jelasnya via WhatsApp, Rabu (8/04).

 

Fakultas lain juga mengajukan surat pernyataan. Imam Maskur, Ketua Dema Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), mengatakan, surat tersebut berisi permohonan kepada pimpinan FTIK IAIN Metro untuk meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan Surat Edaran Rektor Nomor: 004 TAHUN 2020.

 

“Kita ingin memakmurkan dan memberi keluasaan hak seluruh mahasiswa FTIK selama KBM daring di rumah menyesuaikan keadaan saat ini,” ujar Imam pada Kronika via WhatsApp, Kamis (9/04). Semoga, surat edaran kampus agar segera dievaluasi kembali, serta resapan aspirasi dan opini seluruh mahasiswa bisa dikabulkan.

 

(Reporter/Novia/Syarif)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0