Mahasiswa Tolak Kenaikan Harga BBM

Laporan : Mukhlis
kenaikan
kenaikan
 
Metro ; Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) kota Metro menggelar aksi pada kamis (15/3) menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Dalam aksinya, mahasiswa berjalan dari lapangan kampus Metro Timur menuju bundaran Tugu Pena kota Metro. Di sana aksi mahasiswa tersebut sempat membakar ban yang menyebabkan arus lalu lintas di sekitar bundaran terganggu.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan yakni pertama, menolak kenaikan harga BBM karena menambah beban penderitaan rakyat. Kedua, menuntut presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk bertanggung jawab apabila harga BBM benar-benar naik dan rakyat semakin menderita. Ketiga, memberantas korupsi sampai tuntas. Tuntutan itu diajukan mahasiswa karena pemerintahan SBY saat ini tidak bisa memahami kebutuhan rakyat. Disaat jutaan masyarakat miskin dan pengagguran masih terabaikan, pemerintah justru menambah kesengsaraan rakyat. Hal itu mereka katakan karena jika harga BBM naik sudah pasti memicu kenaikan kebutuhan pokok dan biaya hidup masyamakat seperti sembako, tarif dasar listrik (TDL) dan transportasi.
Nur Rohmad yang merupakan koordinator lapangan menyampaikan bahwa mahasiswa menolak kenaikan BBM yang rencananya pada 1 April mendatang. “Hal itu jelas akan menambah penderitaan rakyat, karena akan disusul kenaikan harga bahan pokok,” ucapnya. Selain itu juga, Rohmad mengatakan bahwa akan menggelar aksi kembali dengan massa yang lebih besar jika harga BBM tetap dinaikkan
Selanjutnya mereka ngelurug ke kontor dinas Walikota Metro. Di sana mahasiswa pun diterima oleh Walikota Metro Lukman Hakim yang juga berterimakasih atas apresiasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM.  “Hal ini respon yang sangat elegan, karena bangsa ini adalah milik rakyat dan rakyat memiliki kekuatan besar. Khusus mengenai kenaikan BBM, pemerintah kota Metro pun menuai keprihatinan atas rencana pemerintah pusat menaikkan BBM yang akan menyengsarakan rakyat. Maka dari itu kami pun meminta ketegasan dari pemerintah pusat. Dan apresiasi ini akan diteruskan ke pemerintah pusat. Kami ada dan kami berada di masyarakat itu sendiri,” tutur Lukman Hakim memberikan tanggapan di depan mahasiswa. Selanjutnya Lukman Hakim pun menandatangani surat pernyataan yang dibawa mahasiswa untuk disampaikan ke pemerintah pusat.
Setelah merasa puas menggelar aksi di kantor dinas Walikota, mereka melanjutkan ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Metro. Sesampai di gedung pejabat perwakilan daerah tersebut aksi mahasiswa juga diterima Sudarsono selaku ketua DPRD Metro. Sudarsono pun menyampakan apresiasi serupa dengan Walikota Metro. “Atas kepedulian terhadap republik Indonesia ini. Apa yang disampaikan kepada DPRD akan kami perjuangkan. Mengenai kenaikan harga BBM akan berusaha digagalkan. Perjuangan adalah butuh pengorbanan. DPRD akan mengorbankan martabat diri untuk menolak BBM,” kata Sudarsono yang merupakan anggota dewan dari fraksi partai Demokrat ini.
Setelah Darsono menyampaikan, mahasiswa pun masih merasa ragu atas janji yang baru disampaikan dengan menanyakan, “mana bisa bapak menolak kenaikan harga BBM. Sedangkan bapak sendiri dari partai Demokrat, partainya SBY,”. Salah satu mahasiswa. Hal itu pun langsung dijawab Sudarsono dengan mengatakan, “Mengenai hal ini saya sudah lepas dari partai, DPRD akan berjuang membela rakyat,” katanya.[]

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0