Mati Suri Pembangunan Senilai 39 Miliar

Tercatat sejak 17 Juli 2018 pembangunan Akademik Center mulai dilaksanakan dengan rencana akan rampung pada akhir tahun 2018. Bangunan yang mengusung ekspektasi menjadi tempat pelaksanaan Wisuda, Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), serta kegiatan lain yang membutuhkan ruang besar, saat ini terpaksa berhenti karena pihak kontraktor tidak mampu melanjutkan pembangunan. Sekarang, gedung Akademik Center berada di ambang mati atau hidup, sedang menunggu sentuhan kelanjutan pembangunan atau tetap teranggurkan.

Sebelum terlaksananya pembangunan Akademik Center yang digadang-gadang menghabiskan dana sebesar 39 miliar ini memiliki pertimbangan, mulai dari kegiatan PBAK yang sebagian kegiatan berada di dalam Aula yang berkapasitas terbatas, sebagian berada di luar ruangan yang harus mendirikan tarup, begitu pula dengan kegiatan wisuda yang tiap tahunnya berlangsung 2 kali dalam satu tahun. Penyewaan tarup yang membutuhkan dana tak sedikit serta berbagai macam kondisi dan cuaca menjadi alasan karena kegiatan yang tak berada di dalam ruang menjadi pertimbangan untuk dilakukan pembangunan.

“Tapi aula menjadi hal penting juga, kan nanti kalo kita punya aula kita tak perlu lagi wisuda di halaman, satu tahun sekali mengadakan acara dengan memakan biaya cukup besar. PBAK juga membutuhkan tempat dan harus mendirikan tarup jika mengadakan. Karena aula kita ini kan sudah tidak layak kapasitasnya juga terbatas, kondisinya juga seperti itu. Jadi kita membutuhkan aula yang lebih representatif,” ungkap Mukhar Hadi, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, saat diwawancara Kronika diruangannya (02/10/2018).

Ekspektasi penggunaan gedung Akademik Center ini muncul setelah rancangan dana, miniatur, serta penandatanganan proyek dengan pihak perusahaan PT UNO Tanoh Seuramo selesai dilaksanakan. Sehingga, pihak kampus telah sepenuhnya menyerahkan pembangunan Akademik Center yang direncanakan akan rampung pada Desember 2018 kepada pihak Kontraktor.

Proyek terpaksa ngangkrak dan belum bisa digunakan, kecuali Pihak kampus membuat perencanaan lagi untuk melanjutkan pembangunan. Akibat pemberhentian pembangunan ini, pihak kampus mengalami kerugian atas terbengkalainya pembangunan Akademik Center karena pihak kampus tidak bisa menggunakan gedung, tetapi dari sisi anggaran dan keuangan pihak kampus tidak mengalami kerugian.

Kisruh pun sempat terjadi lantaran para pekerja mendemo pihak kampus karena tidak di gaji. Pembangunan pun akhirnya di tutup karena masa kontrak telah habis, bahkan sempat molor hingga awal tahun 2019. Untuk masalah para pekerja proyek yang sempat mendemo dan meminta gajinya untuk di bayarkan, pihak kampus tidak bisa ikut campur. Karena, seluruh pengerjaan pembangunan telah diserahkan kepihak pemborong atau pihak ke-3. Pihak kampus hanya membayar apa yang sudah diselesaikan oleh pihak pemborong. Sisa uang yang digunakan atau dibelanjakan kembali lagi ke kas negara.

Karena pembangunan Akademik Center belum dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan. Wisuda pun harus dilaksanakan seperti wisuda ditahun-tahun sebelumnnya yaitu di halaman terbuka kampus 1 IAIN Metro. Mukhtar Hadi, mengatakan pelaksanaan wisuda menggunkan tarup tidaklah masalah, seperti halnya yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, “Seperti nyewa tenda, kursi seperti itu sudah ada anggarannya jadi tidak ada masalah,”ujarnya saat ditemui di ruangannya (26/08/2019).

“Akademik Center yang dibangun belum selesai karena pihak ke-3 tidak mampu menyelesaikannya. Pembangunan tidak bisa dilanjutkan karena masa kontrak telah habis dan pihak kampus juga tidak bisa otomatis menyelesaikan. Biaya kekurangannya dihitung dan direncanakan lagi, kemudian baru dilanjutkan dengan perencanaan yang dibuat,” jelasnya.

Pihak kampus belum bisa memastikan jika tahun depan wisuda akan dilaksanakan di gedung Akademik Center. “Semisal kementrian agama pusat mengalokasi anggaran untuk menyelesaikan gedung kemungkinan tahun depan bisa diselesaikan. Penyelesaian tidak bisa dilakukan dengan waktu singkat. Jika tahun 2020 bisa dilanjutkan pembangunan maka wisuda periode ke-2 bisa digunakan tetapi untuk wisuda periode ke-1 tidak bisa dijanjikan,” tambahnnya.

Untuk sekarang ini, pihak lembaga sedang mengusahakan agar kementerian agama pusat mengalokasi anggaran untuk menyelesaikan pembangunan.

Namun, mahasiswa juga mengharapkan agar Akademik Center bisa di gunakan. Amrizal Widinata (Pbs/III) mengatakan dalam proses proyek pembangunan ke akademikan seharusnya segera diselesaikan karena untuk penggunaan bangunan tersebut sebagaimana untuk kegunaannya, sekarang malah belum terselesaikan dan terbengkalai.
“Semoga dalam proses pembangunannya lebih cepat selesai dan dipergunakan seperti hal nya yangg sudah di rencanakan,”ujarnya saat di wawancarai Kronika.

(Reporter/Rifa)