Menjadi seorang pemimpin tertinggi Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) IAIN Metro, menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi sebagian orang. Sosok pria berkulit sawo matang ini adalah ketua Sema-I yang akrab dipanggil Rouf, mempunyai nama lengkap M. Irfan Rouf Aufa.

Rouf adalah anak Sulung dari 2 bersaudara. Anak dari pasangan Hamdani dan Rohatul Minan ini sudah tak asing lagi dengan dunia organisasi, sejak MTs sudah berkecimpung di organisasi OSIS. Rouf merupakan warga kelurahan Gayau Sakti, Seputih Agung, Lampung Tengah.

Ia termotivasi berorganisasi dari sebuah buku yang tertuliskan untung saja saya sarjana, jikalau saya tidak sarjana, saya melihat orang sarjana begitu hebat .

“Belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di luar kelas. Demi mengembangkan potensi diri lebih besar seperti mempengaruhi orang lain, saya dapatkan di organisasi,” katanya.

Pria kelahiran 5 Mei 1999 ini sudah menginjak semester VIII di Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan. Selama Rouf hidup di kota rantau, ia tinggal di Mulyojati,16 C. Namun, ketika semester I sampai semester VI, Rouf pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren Riyadlatul Ulum (RU) di 39b, Lampung Timur hingga ia memutuskan untuk tidak di pondok lagi sekarang.

Meski disibukkan sebagai seorang mahasiswa, Rouf aktif di berbagai organisasi yakni Unit Kegiatan Khusus (UKK) Pramuka IAIN Metro, organisasi pondok pesantren ketika ia semester VI lalu, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PBA.

Ketua Sema-I yang telah dilantik sejak 10 Januari 2020 lalu ini, mengatakan, berorganisasi ialah pendewasaan diri dari segala sifat pragmatis, praktis, dan instan, “Orang terdahulu ingin dapat ilmu harus mati-matian membaca buku, sedangkan sekarang untuk memperoleh informasi hanya dengan gadget kecil pun bisa,” pungkasnya.

Berorganisasi harus mengedepankan kepentingan, ada 3 macam kepentingan, Kepentingan Isu, Kepentingan Kelompok, dan Kepentingan Pribadi. Orang yang sudah paham akan kemaslahatan orang banyak, akan mengedepankan kepentingan kelompok melalui kepentingan isu, “Tapi orang yang celaka dan gagal paham, akan mendahulukan kepentingan pribadinya,” tambahnya.

Proses pendewasaan diri ini lebih besar dirasakan di organisasi. Dengan memperluas jaringan dan berkomunakasi, menuai manfaat diri untuk orang lain, menjadi angan-angan Rouf.

(Reporter/Amelia)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0