Menwa Batalyon 205 Gagak Wulung Metro Gandeng Menwa se-Lampung dalam Latihan Kesehatan Lapangan

Unit Kegiatan Khusus (UKK) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 205 Gagak Wulung Metro, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengadakan Kursus Dinas Staf dan Latihan Kesehatan Lapangan dengan mengusung Tema Meningkatkan Wawasan Pengetahuan serta Keterampilan tentang Kestafan Resimen Mahasiswa. Bertempat di Gedung Munaqosyah Lt. III, Sabtu (25-06-2022).

 

Turut hadir Pembina UKK Menwa, Arif Budiman, perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) sekaligus membuka acara, Dedi Heryaman. Acara ini juga dihadiri oleh Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Metro, Komandan Batalyon 202 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Komandan Batalyon 206 Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung, Komandan Batalyon 207 Universitas Malahayati, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan UKK, serta 20 peserta.

 

Bima Reynaldo, Ketua Pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini bertujuan agar seluruh anggota Menwa mengetahui Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) di dalam kepengurusan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setahun sekali.

 

Latihan kesehatan lapangan juga berguna bagi siapa saja, apabila menemukan kejadian yang memerlukan tindakan kesehatan di lapangan. Ia dapat melakukan pertolongan untuk diri sendiri maupun orang lain demi mencegah gangguan yang dialami oleh korban. “Agar nantinya saat pendidikan bisa mengetahui mana yang beneran sakit, mana yang pura-pura,” ujar Bima.

 

Selanjutnya, Dedi, melalui sambutannya, menyampaikan bahwa kecerdasan berpikir tidak akan bermakna jika tidak dibarengi dengan semangat untuk membela bangsanya dari segala ancaman bahaya. Sementara itu, watak patriotisme belumlah sempurna jika tidak diikuti dengan kemampuan membaca perkembangan peradaban dan sejarah bangsa.

 

“Seperti kita ketahui bersama bahwa kegiatan Kursus Dinas Staf dan Latihan Kesehatan Lapangan merupakan upaya untuk membina, mengembangkan, dan memberikan bekal bagi setiap anggota menwa agar mampu menjadi kader yang mampu memimpin diri sendiri, bawahan, masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya.

 

Tak lupa, ia berpesan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai pola perilaku keseharian sehingga membentuk jiwa yang tanggap, tangguh, tanggon, dan trengginas, serta berdisiplin tinggi.

 

Tanggapan positif datang dari Ratu Ratna Dilla, perwakilan Menwa Batalyon 207 Universitas Malahayati. Meskipun ia sangat menyayangkan terkait minimnya peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Namun, kegiatan tersebut, menurutnya, sangat bagus karena mempelajari tentang dinas kestafan, yang mana di tempatnya belum diadakan.

 

“Di tempat kami belum ada dan di sini ternyata udah ngadain, jadi ya bagus dan saya sangat mendukung,” ujarnya.

 

Berbeda hal dengan Jumini Rahayu, perwakilan Menwa Batalyon 206 UTB Lampung. Ia mengaku bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti kegiatan ini sehingga ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. “Karena hal itu, saya mempunyai keinginan yang besar untuk mengikuti kegiatan ini,” tegasnya.

 

Ia berharap, untuk kegiatan ke depannya bisa menghadirkan peserta yang lebih banyak. Menurutnya Menwa di Lampung tidak terlalu aktif sehingga terlihat vakum.

 

(Reporter/Azis/Bela)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0