Pandemi, FTIK Laksanakan PLP-DR dengan Dua Tahap Selama 30 Hari

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, melaksanakan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL-2) via Zoom Meeting, Jumat (30-07-2021).

 

Turut hadir Dekan FTIK, Zuhairi, Wakil Dekan (Wadek) I FTIK, Yudiyanto, Wadek III FTIK, Kuryani, Wadek II Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Umi Yawisah, para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta kurang lebih 600 peserta PLP.

 

Dalam pembekalan tersebut terdapat dua materi yang dibawakan oleh dosen IAIN Metro, yaitu Yudiyanto dengan materi teknis PLP dan Toto Andri Puspito, dengan materi penggunaan aplikasi Simpel-Pro (Sistem Informasi Pengenalan Lapangan Persekolahan) yang akan digunakan mahasiswa selama pelaksanaan PPL.

 

Zuhairi, dalam sambutannya menjelaskan, mahasiswa FTIK nanti akan melaksanakan PLP selama 30 hari. Terhitung dari 2 Agustus–30 Agustus, “Jadi mahasiswa nanti tahap pertama ada PLP I selama kurang lebih sepuluh hari, anda semua mencari sekolah terdekat sesuai dengan prodinya,” ujarnya.

 

Terkait pembagian kelompok PLP yang belum dibagikan, Zuhairi mengungkapkan, agar mahasiswa dapat bersabar. Saat ini panitia PLP baru menginput nama DPL, dan akan segera menginput nama mahasiswa, “Jadi belum dibagi mahasiswa-mahasiswa siapa saja yang dibimbing. Sambil berjalan, Simpel-Pronya kita proses, panitia FTIK akan menginput nama-nama mahasiswa,” terangnya.

 

Zuhairi pun meminta kepada mahasiswa untuk mempelajari pedoman PLP-1 dan PLP-2, “Untuk mahasiswa sekarang ini ada PLP-1 dan PLP-2, untuk sementara itu kita gabung dulu pelaksanaannya. Tolong nanti pelajari karena agak berbeda dengan PPL,” tambahnya.

 

Yudiyanto, dalam materinya menjelaskan, PLP adalah suatu tahapan dalam proses penyiapan guru profesional pada jenjang program sarjana pendidikan. Isinya berupa penugasan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran sekolah atau lembaga pendidikan.

 

“Pelaksanaan PLP-1 mahasiswa melakukan observasi dan mempelajari struktur organisasi sekolah, peraturan tata tertib sekolah, dan tentunya mahasiswa membuat laporan dan di-upload di Simpel-Pro,” pungkasnya.

 

Yudiyanto menambahkan, pada PLP-2 mahasiswa melaksanakan kegiatan seperti menelaah kurikulum dan perangkat pembelajaran, mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), membuat dua video pembelajaran dengan durasi 30–90 menit, dan. membuat laporan untuk di-upload di Simpel-Pro.

 

“Walaupun PPL DR (Dari Rumah,. red), mahasiswa juga tetap sungguh-sungguh karena ilmu itu karakternya siapa yang bersungguh-sungguh ia dapat, tapi kalau main-main ilmu itu asal-asalan, ya kita dapatnya asal-asalan,” terangnya.

 

Ais Firadilah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI’18), mengatakan, pembekalan hari ini terkesan terburu-buru. Hal ini dapat dilihat saat penyampaian tentang aplikasi Simpel-Pro. Ia pun masih bingung mengenai PPL-1 dan PPL-2, kejelasan pembagian DPL, dan masalah surat perizinan.

 

“Masa iya kita PPL ke sekolah gak bawa surat, pasti bakal jadi pertanyaan pihak sekolah dong. Ini mahasiswa dari mana sih kok tiba-tiba dateng asal nyelonong aja gak permisi dulu kita ini kan mau PPL mau belajar gitu loh, bukan mau berwisata,” tegasnya.

 

Ais pun berharap, mahasiswa PLP dapat diberikan surat izin. Hal ini dimaksudkan agar pihak sekolah yang menjadi tempat PPL mahasiswa tidak merasa kebingungan saat mahasiswa meminta data-data sekolah. Selain itu, adanya surat izin lebih memperlihatkan kegiatan dilaksanakan secara legal dan menjaga citra baik kampus.

 

(Reporter/Novia)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0