Peringatan Harlah Ke-23, UKM Impas Gelar Festival Musik Islami

 

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pencinta Seni (Impas) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, melaksanakan Pelatihan dan Festival Musik Islami (PFMI). Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-23 UKM Impas, di Gedung Serba Guna (GSG) IAIN Metro, Kamis (8-9-2022).

 

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Mahrus As’ad, Wakil Rektor III, Ronal Chandra, Pembina UKM Impas, dan tamu undangan dari UKM dan Unit Kegiatan Khusus (UKK). Terdapat lima cabang perlombaan dalam festival ini.

 

Mahrus As’ad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian penting dalam rangka mengembangkan kesenian Islam. “Musik ini biar berkembang, enak dilihat, didengarkan, dan seterusnya. Jadi pelatihan dan sekaligus festival ini menjadi bagian penting dalam rangka mengembangkan kesenian Islam, khususnya adalah seni musik,” ungkapnya.

 

Nanang Adi Ramadhan, Ketua Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang dipasrahkan oleh lembaga (IAIN Metro., red) kepada UKM Impas. “Sebenarnya ini kegiatan dari lembaga yang dipasrahkan di Impas. Nah, lembaga mintanya festival hadro saja. Namun, di Impas dikelola lagi,” ujarnya.

 

Lomba terdiri dari hadro, tari, solo song, poster, dan lukis. Namun, Nanang mengungkapkan kalau lomba poster tidak jadi diadakan karena peserta tidak mencukupi. Lomba tari dan hadro dilaksanakan di GSG, sedangkan lomba solo song di Gedung Munaqosyah. Lain halnya dengan lomba lukis yang akan dilaksanakan di GSG pada hari Sabtu, 10-9-2022.

 

Lomba hadro, tari, dan poster dibuka untuk umum, dan untuk lomba solo song dan lukis dikhususkan untuk siswa SMA/sederajat. Peserta lomba sejumlah 9 kelompok hadro, 3 kelompok tari, dan 16 peserta solo song.

 

Tanggapan positif datang dari perwakilan peserta Hadro, Muhammad Muslin (MA Roudhotul Tolibin). Ia mengaku merasa sangat senang karena para pemain yang ikut lomba sangat kompak dan semangat.

 

Muslin juga mengatakan baru pertama kali ikut lomba di luar pondok, “Hampir lima tahun saya di pondok baru kali ini saya ikut lomba keluar dari pondok,” ujarnya.

 

Berbeda dengan Thalia (MTs Roudhotul Tolibin), perwakilan peserta cabang lomba tari. Ia mengatakan alasannya mengikuti acara ini adalah untuk mencari pengalaman. Dirinya berharap dengan mengikuti lomba ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman.

 

(Reporter/Irsyad/Viki)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0