Sebanyak 709 Mahasiswa FTIK akan Laksanakan PLP

 

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro melaksanakan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), IAIN Metro Rabu, (7-9-2022).

 

Turut hadir Wakil Dekan I FTIK, Isti Fatonah, Waka Kurikulum Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lampung Timur sekaligus narasumber, Muhammad Jaini, dan diikuti 709 Mahasiswa delapan jurusan yang ada di FTIK. Terbagi ke dalam dua sesi pembekalan, 355 pada sesi 1 dan 354 pada sesi 2.

 

Isti Fatonah menjelaskan bahwa mahasiswa yang nantinya akan mengikuti PLP di antaranya 239 mahasiswa program studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), 30 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA),112 mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), 123 mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), 26 mahasiswa Prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD), 65 mahasiswa Prodi Tadris Matematika (TMTK), dan 60 mahasiswa Prodi Tadris Biologi (Tbio), serta 52 mahasiswa Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS).

 

Selanjutnya, Isti mengatakan bahwa kegiatan PLP tersebut akan dilaksanakan selama 40 hari efektif kerja, dimulai sejak penerjunan pada tanggal 15 September hingga penarikan pada 9 November 2022.

 

“Itungannya 40 hari itu hari efektif kerja, karena kalau di SMA ada yang hari Sabtu libur, jadi kami ambil lima hari kerja dalam seminggu, untuk antisipasi,” jelasnya.

 

Selain itu terdapat 2 tahap dalam PLP, tahap pertama jangka waktu 10 hari, mahasiswa diwajibkan melakukan survei, observasi, dan pengenalan dalam lapangan.

 

Sementara itu, tahap kedua dengan jangka waktu 30 hari lamanya, mahasiswa dapat melakukan perencanaan, proses, hingga evaluasi pembelajaran. Hal tersebut akan dilaporkan secara individual.

 

Mahasiswa PLP akan disebar ke enam daerah di Lampung yakni Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tulang Bawang Barat. Terdapat 90 sekolah dimulai dari PIAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

 

Tak hanya itu, Isti mengungkapkan, dalam pembekalan PLP juga menjelaskan bagaimana penggunaan kurikulum K13 dan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal tersebut dikarenakan belum meratanya sekolah yang ada di kabupaten/kota menggunakan MBKM.

 

Tak lupa, Isti berharap setelah pembekalan ini pihak fakultas dapat menciptakan guru-guru yang profesional sesuai dengan tuntutan ataupun aturan yang ada. “Maksudnya gini, lo, seorang guru itu tugasnya tidak hanya ngajar, ya ngurusin siswa, ngurusin sekolah,” ujarnya.

 

Tanggapan positif datang dari Diandra Aulia Putri, (PGMI’19). Menurutnya, pembekalan tersebut cukup menyenangkan karena menghadirkan narasumber yang mumpuni pengalamannya. “Semoga kegiatan ini bisa membantu kami semua, karena itu menjadi ajang untuk kami menggali pengalaman,” ucapnya.

 

Sama halnya dengan Diandra, Ibnati Naila Zain (TBI’19) mengatakan bahwa materi disampaikan dengan cukup efektif. Ia kemudian berharap, peserta PLP dapat melakukan kegiatan ini dengan lancar hingga penyusunan laporannya.

 

(Reporter/Elta)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0