Stadium General FUAD IAIN Metro, Mengusung Penguatan Moderasi Beragama

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengadakan ‎Studium General Penguatan Moderasi Beragama, mengusung tema Penguatan Moderasi ‎Beragama dalam Memprioritaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi Generasi Milenial. Bertempat di Gedung Serba Guna ‎‎(GSG) IAIN Metro, Rabu (31-8-2022).‎

 

Turut hadir Rektor IAIN Metro, Siti Nurjanah, Dekan FUAD, Akla, Wakil Dekan (Wadek) I FUAD, ‎Khoirurrijal, Wadek II, Wadek III, Hemlan Elhany. Diikuti oleh 200 peserta yang merupakan mahasiswa dari 3 ‎jurusan yakni Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Penyuluhan Islam ‎‎(BPI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA).‎

 

Dalam kuliah umum ini menghadirkan narasumber yang merupakan Founder Kuras Institute, Muhamad Agus Mushodiq. Materi yang disampaikan mengenai ‎Urgensi Moderasi Beragama bagi Keseimbangan Relasi Sosial Manusia dan Alam.

 

Siti Nurjanah, dalam sambutannya, berpesan kepada mahasiswa yang mengikuti acara tersebut untuk dapat selalu berhati-hati dalam ‎menggunakan gawainya agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang tidak benar di zaman milenial dan ‎harus bersikap moderat.

 

“Jadi kita harus bisa menggunakan gadget kita, kalo belajar ya harus ada ‎gurunya, tidak hanya lihat di Youtube saja. Jadi, jika salah ada yang membenarkan,” ungkapnya.‎

 

Selanjutnya, Akla, dalam sambutannya, mengatakan bahwa moderasi beragama merupakan amanat dan program dari ‎Kementerian Agama (Kemenag). Hal tersebut berguna untuk menambah pemahaman dan pembentukan cara ‎berpikir di lingkungan Sivitas Akademika.

 

“Jika sudah terbentuk pola pikir yang moderat, maka kita dapat ‎saling menerima perbedaan, baik didalam kampus maupun diluar,” ungkapnya.‎

 

Muhamad Agus Mushodiq, dalam materinya menjelaskan, lingkungan sekitar sangatlah ‎berpengaruh terhadap diri kita terutama mengenai kebiasaan dan ideologi. “Jika teman-teman berada di ‎lingkungan yang tidak moderat maka tidak akan moderat juga. Namun akan berlaku sebaliknya jika berada di ‎lingkungan yang moderat,” paparnya.‎

 

Tanggapan positif datang dari Ridho Rama Biswara (KPI’19). Ia mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menekan ‎ekstrimisme melalui mahasiswa. Ia berharap setelah mengikuti acara ini mahasiswa dapat lebih ‎terarah dan terukur pola pikirnya tentang moderasi beragama. “Ya, kan, moderasi beragama itukan banyak, ya. Jadi nggak cuma Islam saja,” ujarnya.

 

Sama halnya dengan Lena Liana (BPI’19), yang mendukung penuh acara yang digelar. Menurutnya acara berjalan baik dan benar karena dengan diadakanya acara ini mahasiswa bisa lebih ‎mengetahui tentang moderasi bergama itu sendiri. “Sangat bagus, karena kita bisa lebih paham mengenai ‎moderasi beragama,” ungkapnya.‎

 

Lena berharap, ke depannya lembaga tidak hanya mengadakan acara sosialisasi seperti ini, tetapi juga harus ‎ada aksi nyata. “Harus ada aksinya, jadi kita mengetahui moderasi di kehidupan nyata itu seperti apa?” harapnya.

 

‎(Reporter/Azis)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0