Tak Kunjung Menerima Subsidi, Mahasiswa Masih Setia Menanti

Diterimanya subsidi kuota internet kepada mahasiswa yang sudah memperbarui nomor teleponnya di Sistem Informasi Akademik (Sismik) IAIN Metro sebelum 17 Juli ini tidak merata ke seluruh mahasiswa yang sudah memperbarui nomor teleponnya. Pemberian subsidi sudah dilakukan sejak 28 Agustus.

 

Baca juga: Subsidi Kuota Internet Sudah Dibagi

 

Salah satu mahasiswa yang belum menerima subsidi adalah Linda Zuliana, Tadris Pendidikan Matematika (TPM’18). Ia sudah menginput nomor internet di Sismik sebelum 17 Juli, nomor yang ia gunakan juga masih aktif.

 

Linda mengatakan, menurut info dari pihak kampus, pemberian kuota internet ini akan dilakukan secara berkala. Namun, ia mengaku belum mengetahui kapan batas pemberian kuota ini.

 

Ia berharap agar subsidi kuota internet benar-benar terbagi rata, “Ya meski kuota itu tidak sepenuhnya membantu, tapi setidaknya dapat meringankan. Bahkan kalo bisa kuota itu jangan cuma satu kali dalam satu semester, karena kami benar-benar membutuhkan keringanannya,” kata Linda saat diwawancarai Kronika via WhatsApp, Senin (7/09).

 

Baca juga: Subsidi Ekonomis, Kantong Makin Tipis

 

Hal senada juga dirasakan oleh Intan Ari Wulandari, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI’19). Intan mengaku sudah input nomor internet di Sismik sejak awal saat mahasiswa diimbau untuk memperbaruinya. Namun, ia belum juga mendapatkan subsidi kuotanya.

 

“Sebaiknya secepatnya sebelum perkuliahan berlangsung, diinfokan kepada mahasiswa perihal pembagian kuota tersebut jika memang belum dapat dibagikan. Setidaknya pihak kampus memberi info mengapa ada mahasiswa yang tidak menerima kuotanya, padahal mahasiswa sudah mengikuti aturan yang sudah ditetapkan sebelumnya,” ujar Intan, Senin (7/09).

 

Kekesalan lain turut dialami oleh Friska Ayu Anggraini, Hukum Tata Negara (HTN’19). Friska mengaku kesal, karena ia merasa sudah input nomor internet diawal waktu, tetapi belum juga mendapatkan subsidi kuota internet. Bahkan ia sampai mengganti nomor internetnya dengan nomor yang baru.

 

Kalo emang dari awal niatnya ngasih subsidi internet tu ya ditepatin. Gak kayak sekarang diundur terus. Kalo misal yang dikasih sedikit sedikit gak adil dong. Kalo digantungin gini terus kan malah buat mahasiswa berpikir negatif ke orang-orang yang bertanggung jawab atas subsidinya,” katanya, Senin (7/09).

 

Lain halnya dengan Karen Nova Ria, Ekonomi Syari’ah (ESy’18), Ia mengaku salah informasi saat penginputan nomor internet di Sismik. Menurutnya, saat awal pemberitahuan, mahasiswa hanya diminta untuk memperbarui kolom nomor telepon dengan nomor yang masih aktif (belum ada kolom nomor internet,. red). Nova baru mengetahui bahwa mahasiswa harus mengisi kolom nomor internet pada bulan Agustus.

 

Nova berharap, pihak kampus lebih memperjelas dalam memberikan informasi kepada mahasiswanya, seperti adanya tambahan kolom nomor internet pada Sismik. Ia juga berharap agar subsidi kuota internet ini diberikan selama kegiatan perkuliahan aktif.

 

“Menurutku masih masuk akal kalo kuota itu kita dapet 15 GB selama 3 bulan berturut-turut (karena aktif perkuliahan kira-kira 3 bulan). Kita juga bayar UKT dan kita gak nikmatin fasilitas kampus, anggep aja kuota ini fasilitas kampus yang harus kita dapetin selama perkuliahan daring,” katanya, Rabu (9/09).

 

Kemudian Kronika melakukan survei melalui instastory Instagram Kronika kepada mahasiswa IAIN Metro yang belum mendapatkan subsidi, tetapi sudah memperbarui nomornya. Hasilnya terdapat 94 mahasiswa, kemudian data hasil survei tersebut disalurkan kepada pihak kampus untuk ditindaklanjuti.

 

Menanggapi hal tersebut, Sarto Sutik, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Humas dan Rumah Tangga, mengatakan, ada 100 lebih nomor internet mahasiswa yang gagal inject. Hal ini dikarenakan nomor yang diinput oleh mahasiswa sudah tidak aktif lagi atau dalam masa tenggang.

 

Sarto menyarankan kepada mahasiswa yang nomor internetnya sudah tidak aktif atau dalam masa tenggang, supaya mengganti nomor internetnya atau diisi pulsa.

 

Namun, ternyata terdapat mahasiswa yang nomor internetnya masih aktif atau tidak dalam masa tenggang belum mendapatkan subsidi kuota internet. Menurut Sarto Sutik, akan dikomunikasikan hal ini dengan pihak TIPD dan pihak provider.

 

“Besok saya komunikasikan dengan teman-teman di TIPD dan pihak provider. Nama dan NPM nya nanti akan dicocokan dengan data. Saya akan minta data ke pihak provider nomor yang tidak berhasil di inject dan dicocokan dengan data mahasiswa yang sudah update di Sismik,” ujar Sarto via WhatsApp, Minggu (6/09).

 

(Reporter/Antika/Hesti)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0