Wadahi Belajar Sinematografi, Kwaci Menggelar Workshop Perfilman

Komunitas Mahasiswa Cinematography (Kwaci) Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengadakan Workshop Perfilman. Bertempat di Gedung Fakultas Syariah Lt. II, Kampus II IAIN Metro, Sabtu (10-9-2022).

 

Mengusung tema Membangun Generasi Muda yang Berkarya di Bidang Sinematografi. Acara dihadiri oleh Ketua Jurusan (Kajur) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Astuti Patminingsih, Pembina Kwaci, Agam Anantama, dan diikuti oleh 40 peserta.

 

Workshop tersebut menghadirkan tiga narasumber, Abidin, Institut Agama Islam Darul A’mal (IAIDA) Lampung, menyampaikan materi penulisan naskah dan kesutradaraan. Selanjutnya Saiful Efendi, mahasiswa KPI, mengisi materi artistik dan kameramen. Terakhir, materi editing oleh Siroy Kurniawan, Dosen KPI IAIN Metro.

 

Zakinul Fikri, Ketua Pelaksana, workshop perfilman merupakan rangkaian kegiatan yang digelar dengan tujuan menjadikan Kwaci sebagai wadah belajar ilmu sinematografi bagi mahasiwa IAIN Metro. Oleh karena itu, Kwaci menyajikan pelatihan-pelatihan seputar produksi film, menyusun naskah, serta editing dalam film.

 

Workshop perfilman ini berlangsung selama tiga kali pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan pada hari ini, dengan materi penulisan naskah dan kesutradaraan.

 

Pertemuan kedua dilaksanakan pada pekan depan, tanggal 17 September 2022 dengan materi artistik dan kameramen Sedangkan, pertemuan terakhir pada tanggal 24 September 2022 dengan materi editing.

 

Zakinul mengungkapkan bahwa kegiatan tidak dilaksanakan secara berturut-turut karena menurutnya akan membosankan dan menimbulkan kejenuhan. Tak hanya teori, belajar mengenai produksi film juga belajar bagaimana praktiknya. “Sehingga di sela-sela waktu seminggu menuju worskhop selanjutnya itu dapat digunakan sebagai praktik,” jelasnya.

 

Ia pun berharap, melalui workshop kali ini, dapat menjadikan komunitasnya lebih baik lagi. “Untuk teman-teman Kwaci agar lebih baik lagi dalam menyampaikan pesan dalam sebuah film, karena menurutnya masih kurang,” ujarnya.

 

Tanggapan positif datang dari Habibi Kusuma Atmaja, (KPI’19). Menurutnya, workshop ini sangat mendukung terutama bagi mahasiswa KPI, guna menunjang salah satu skill pendukung untuk berdakwah.

 

Sebagai mahasiswa, menurut Habibi, harus bisa menyesuaikan dan berkreativitas di era perkembangan zaman. “Apalagi anak KPI dituntut untuk bisa menerapkan ilmu ini di masyarakat,” tuturnya.

 

Sama halnya dengan Khoirotun Hisan (KPI’22). Ia merasa senang bisa mengikuti worskhop tersebut. Karena ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti worskhop perfilman.

 

“Ternyata kalau di jabarin ilmunya luas banget, jadi nambah pengetahuan dan semanngat untuk belajar sinematografi,” pungkasnya.

 

Ia juga mengharapkan, ke depannya acara ini bisa diadakan kembali dan pastinya membawa dampak positif bagi orang banyak yang ingin belajar dunia perfilman.

 

(Reporter/Utami)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0