Wajah Baru Kantin Kampus I IAIN Metro

Sejak awal berdiri hingga sekarang ini, Kantin Kampus I IAIN Metro baru pertama kali dilakukan sentuhan pembaruan setelah 13 tahun berdiri. Sebelumnya, keluhan mahasiswa karena kantin yang terkesan kumuh karena lantai rusak yang tak kunjung di perbaiki, atap yang bocor, bau tak sedap dan lantai berdebu, hingga kucing-kucing yang berkeliaran membuat sebagian mahasiswa enggan untuk makan disana dan memilih makan diluar kampus.

Pembaruan yang memanfaatkan momentum jeda kuliah dan untuk sementara aktivitas pedagang berhenti. Pihak penyewa (Pedagang di kantin,. red) melakukan pembaruan wajah baru kantin kampus I IAIN Metro yang lebih baik, nyaman dan bersih.

Pembaruan ini tentunya dilaksanakan oleh pengelola kantin, “Mereka ini kan kontrak dengan IAIN, diperjanjian kontrak mereka sewa dengan IAIN. Dalam sewa ada perjanjian supaya bangunan itu layak, makanya kita minta mereka melakukan pembaruan,” ujar Mukhtar Hadi, Wakil Rektor II dalam wawancaranya.

Pihak kampus meminta pembaruan kantin dilaksanakan tahun ini, kemudian pihak pengelola memanfaatkan momentum libur kuliah. Proses pembaruan diserahkan kepada pengelola kantin, mengenai waktu penyelesaiannya juga, “Proses pembaruan diserahkan kepada pengelola kantin, mengenai waktu penyelesaiannya, serta pendanaan, ya karena komitmen pemakai kantin merupakan bagian dari kontrak sewa menyewa,” tambahnya.

Pembaruan kantin tidak diperluas. Terdapat 6 ruangan didalamnya, dengan lebar 4,50 x 3,10 meter. Diantaranya 5 pedagang dan 1 ruangan untuk Darma Wanita dari lembaga yang menyewa kepada pengelola kantin. Dalam pembaruan ini terdapat 5 orang kuli dan 4 tukang bangunan, totalnya 9 orang pekerja. Kantin sudah bisa beroperasi seperti biasa dimulai setelah 17 Agustus 2019 mendatang, bertepatan dengan masuknya mahasiswa di tahun ajaran baru ini.

Salah seorang pedagang jasa fotokopi dan rental komputer yang sudah membuka usahanya sejak 2007, Nurdin Yusuf berharap, setelah diperbarui semoga mahasiswa yang datang ke kantin lebih nyaman, “Tidak seperti dulu. Ketika lembaga ada tamu juga bisa diajak makan di kantin,” katanya saat diwawancarai Kronika.

“Para pedagang kantin hanya mengawasi dan mengatur pembangunan kantin, kami menyewa tanah kantin setiap 3 tahun sekali dengan harga 45 juta,” tambahnya. Pihak kampus hanya menyediakan tanah dan aliran listrik yang dipasang, lalu pengisian daya listrik setiap bulannya diisi oleh para pedagang di kantin.

Ekspektasi rancangan pembaruan oleh pihak kampus meminta supaya kantin kondisinya dibuat menjadi layak, “Dibuat yang baguslah kalau masih mau menggunakan kantin, mau diperpanjang sewanya, dan mereka sanggup. Sudah pasti atapnya diperbaiki, lantainya dibuat keramik, serta tempatnya menjadi bersih. Hanya itulah batasan-batasannya. “tambah Mukhtar.

Sarmi, pedagang makanan dan minuman yang sudah berjualan sejak 10 tahun lalu mengatakan, senang rasanya sudah selesai pembangunan ini, “Terlihat lebih rapi sekarang, semoga mahasiswanya lebih rame untuk berkunjung ke kantin,” ujarnya.

Senada dengan Sarmi, Mukhtar menginginkan kantin menjadi lebih nyaman digunakan oleh mahasiswa atau siapapun yang menggunakan kantin.

(Reporter/Nissa/Puput)