
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Gedung Rektorat, Kampus I, UIN Jusila pada Senin (17/08/2026).
Hadir sebagai inspektur upacara, Rektor UIN Jusila Ida Umami, didampingi Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Kelembagaan Dedi Irwansyah, Warek II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Yudiyanto, dan Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Aria Septi Anggaira, serta Kepala Biro (Kabiro) Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) Win Hartan.
Turut hadir dalam barisan peserta upacara seluruh Dosen dari setiap Fakultas, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer di lingkungan UIN Jusila, Duta Kampus, serta perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).
Upacara tersebut dirangkaikan dengan pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 53 Tanda Kehormatan (TK) Tahun 2026, kepada 11 pegawai di bawah naungan UIN Jusila yang telah mengabdi selama 20 hingga 30 tahun.

Dalam amanatnya, Ida Umami membacakan amanat tertulis Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. Melalui pidato tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga keselarasan etika serta akhlak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
”AI (Artificial Intelligence) boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” tegasnya saat membacakan amanat.
Sementara itu, ia turut berpesan kepada seluruh elemen kampus untuk memperkuat sinergi demi mendorong kemajuan instansi. “Mari kita berjuang bersama-sama menjadikan kampus kita sebagai kampus pilihan, unggulan, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Dalam sesi wawancara selepas upacara, Ida Umami turut menerangkan bahwa kemerdekaan yang telah diraih tentu perlu diisi dengan menjaga kedaulatan dan mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
“Bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan tidak ada tekanan dari bangsa lain, kita merdeka, berdaulat, dan juga adil dalam arti memperlakukan semua masyarakat sesuai Undang-Undang Dasar 1945,” tutupnya.
Sementara itu, Dedi Irwansyah sebagai salah satu penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya.
“Bahagia, bersyukur karena sudah berjalan sejauh ini tanpa ada masalah yang berarti dan yang paling penting tidak ada masalah yang sifatnya indisipliner,” ungkapnya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan dorongan untuk terus berkarya dan mencari ruang yang lebih luas dalam pengabdian di UIN Jusila.
“Harapannya, mencoba mencari ruang yang lebih besar. Selain pengakuan, juga semacam dorongan berkarya,” harapnya.
Tanggapan lain datang dari peserta upacara. Marsya, sebagai Duta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan upacara HUT RI ke-81 di kampus. Ia menilai seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir.
“Upacara kemerdekaan 17 Agustus yg ke-81 di UIN Jusila ini alhamdulillah berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir,” ucapnya.
Ia berharap ke depannya kampus dapat terus meningkatkan kualitas, berkembang, dan makin maju sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia. “Lebih bisa meningkat untuk civitas akademica, kemudian akhlak diperbaiki, dan untuk ke depannya semoga lebih maju untuk Indonesia,” ungkapnya,” harapanya.
Reporter: Haya/Nadin
Tinggalkan Balasan