
Kami melangkahkan kaki memasuki gedung Fakultas Syari’ah yang berada di Kampus III, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila). Udara terasa gerah siang hari itu. Meski begitu, kami tetap menemui Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Elfa Murdiana untuk mewawancarainya pada Senin, (22/06/2026).
Simpang siur mengenai oknum dosen yang kerap bersikap kurang pantas kepada mahasiswi sudah lama berbisik di kalangan mahasiswa. Berbekal doa dan amanah yang di berikan untuk menjalankan tugas, kami mengumpulkan keberanian untuk datang.
Begitu mengetuk pintu kami dipersilahkan masuk. Suasana formal segera berubah menjadi obrolan sesi tanya jawab. Kami bahkan belum sempat mengajukan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan di catatan ponsel, karena Ketua Satgaa Elfa Murdiana langsung berbicara panjang lebar begitu topik utama disingung.
Dalam pertemuan itu, Elfa tampak sangat berhati-hati dalam menjaga pembicaraan. Ketika kami mencoba memancing informasi mengenai data statistik laporan atau siapa saja pihak yang terlibat, ia memberikan jawaban yang menggantung dan tidak sepenuhnya jelas.
Meski banyak pertanyaan yang sengaja dialihkan demi melindungi privasi korban, penjelasan mendalam dari sang ibu sudah lebih dari cukup untuk mengkonfirmasi bahwa rumor miring di kampus memang benar adanya.
Tinggalkan Balasan