Press ESC to close

Meneladani Nilai Kesantrian, Membangun Tatanan Bangsa

‎7. Di era modern sekarang, peran sosial santri apa yang paling dibutuhkan masyarakat Indonesia?

‎‎Di era digitalisasi saat ini, santri tidak seharusnya merasa takut atau fobia terhadap platform digital, seperti TikTok dan media sosial lainnya. Sebaliknya, santri perlu memanfaatkan platform tersebut sebagai sarana dakwah melalui konten-konten Islami, seperti video pendek yang edukatif dan menarik.

‎Santri diharapkan memiliki pemikiran yang visioner dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Islam. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, santri tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga berperan dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan mewarnai dunia digital dengan dakwah Islam.

Selain itu, algoritma media sosial juga dapat dimanfaatkan dengan memperbanyak interaksi dengan konten positif agar pesan-pesan kebaikan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, tidak hanya di lingkungan lokal, tetapi juga melalui berbagai platform digital.

Baca Juga:  Melalui Haflah Akhirussanah Ke-II, Mahad Al Jamiah IAIN Metro Bentuk Islam Moderat

‎8. Apa harapan Anda untuk peringatan Hari Santri Nasional tahun ini?

‎‎Pesan saya pada peringatan Hari Santri tahun ini adalah agar para santri tidak malu dengan statusnya sebagai santri dan tetap mempertahankan identitas serta nilai-nilai yang telah dipelajari di pondok pesantren. Santri tidak perlu mengikuti semua tren yang berkembang di masyarakat jika bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

‎Selain itu, pakaian takwa tidak hanya dilihat dari penampilan luar, tetapi juga tercermin melalui ucapan, perilaku, dan akhlak sehari-hari.

Bagi santri yang pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren, penting untuk tetap menjaga akhlak dan mengamalkan nilai-nilai moral yang telah dipelajari. Dengan demikian, identitas santri tidak hanya terlihat dari pakaian, tetapi juga dari sikap dan kepribadian yang mencerminkan ajaran Islam.

Reporter: Mutia/Valen

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *