
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II. Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Harmoni Keluarga Berbasis Ekoteologi dan Pemberdayaan Masyarakat” berlangsung di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila pada Senin (13/07/2026).
Dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jusila Ida Umami, Wakil Rektor (Warek) II Yudiyanto, Warek III Aria Septi Anggaira, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Albarra Sarbaini.
Turut hadir Ketua LPPM Nurkholis, beserta jajaran pejabat LPPM, dan diikuti oleh 208 mahasiswa KKN dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Fakultas Syariah (FaSya), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
Pembekalan KKN menghadirkan sejumlah pemateri, yakni Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Basri, Staf Administrasi LPPM Agus Trioni Nawa, dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Elfa Murdiana.
Rektor UIN Jusila Ida Umami, dalam sambutannya menyampaikan agar para mahasiswa selalu menjaga marwah kampus selamat berkegiatan. “Pertama, selama KKN kawan-kawan sekalian tolong dijaga nama baik kampus kita,” ujarnya.
la juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga perilaku, cara berbusana, penggunaan telepon genggam, serta keamanan diri dan barang bawaan selama berada di lokasi KKN.
“Yang penting kuncinya adalah tolong perilaku, harta benda, dan kehormatannya dijaga,” tuturnya.
Sementara itu Nurkholis, dalam amanatnya memberikan arahannya kepada para peserta KKN. Ia menyampaikan bahwa seorang mahasiswa harus siap untuk mengabdi kepada masyarakat dimanapun tempatnya.
“Orang mengabdi itu siap di tempatkan di mana saja dan diberikan pekerjaan apa,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar program kerja yang disusun peserta, berangkat dari kondisi dan kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan keinginan peserta.
“Pesan saya ketika membuat program kerja, jangan paksakan apa yang kalian punya, harus paham betul bagaimana kondisi masyarakat dan tetap jaga kekompakan,” ujarnya.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, para peserta KKN akan ditempatkan di 16 desa di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, yang terbagi ke dalam 22 kelompok. Mereka juga dijadwalkan melakukan survei lokasi untuk memastikan tempat tinggal sekaligus berkoordinasi dengan aparatur desa setempat.
Mahasiswa dibekali berbagai materi mulai dari teknis pelaksanaan KKN oleh Agus Trioni Nawa, yang di dalamnya menerangkan terkait penyusunan program kerja sesuai kebutuhan masyarakat, penyusunan laporan individu dan kelompok, publikasi jurnal ilmiah, hingga pembuatan video publikasi sebagai luaran KKN.
Selain pembekalan teknis, mahasiswa memperoleh materi mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual oleh Elfa Murdiana. Materi tersebut menegaskan bahwa kekerasan seksual merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sehingga harus dilawan, dicegah, dan dilaporkan.
Salah satu peserta pembekalan KKN, Husnul Khotimah, mahasiswa Ekonomi Syariah (Esy’23), menilai kegiatan tersebut memberikan bekal yang jelas sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi pengabdian.
Menurutnya, materi yang disampaikan tersusun secara runtut, mulai dari persiapan teknis KKN hingga pencegahan kekerasan seksual.
“Seluruh tahapan KKN, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga materi pencegahan kekerasan seksual, disampaikan secara lengkap sehingga menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum terjun ke lapangan,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi antara mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat terjalin lebih terbuka serta pelaksanaan survei lokasi ke depan mendapat pendampingan yang lebih maksimal.
“Semoga komunikasi dengan DPL lebih terbuka dan ke depan ada pendampingan yang lebih maksimal saat survei lokasi agar persiapan KKN semakin mudah,” harapnya.
Tanggapan juga datang dari Ghita Marsyalia Azzahra (Esy’23), yang menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan KKN Periode II sangat bermanfaat untuk para peserta.
“Karena dengan begitu peserta lebih paham apa saja yang harus mereka lakukan saat di lokasi KKN, setelah pelaksanaan KKN dan lain-lain yang harus disiapkan,” ujarnya.
Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini para peserta bisa menjalankan KKN dengan lancar dan dapat menjaga nama baik lembaga, keluarga, dan diri sendiri.
“Harapannya dengan adanya hal tersebut para peserta bisa menjalankan KKN dengan lancar, tidak mencoreng nama baik lembaga, keluarga, maupun diri sendiri, dan lebih waspada terhadap diri sendiri dan kelompok,” harapnya.
Reporter: Alfiya/Haya
Tinggalkan Balasan