
Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) yang diresmikan pada 14 Oktober 2024, diketahui sempat beberapa kali mengalami perbaikan. Hal tersebut dikarenakan adanya kerusakan yang terjadi pada beberapa bagian bangunan, terutama pada plafon bagian depan.
Renovasi yang telah dilakukan hingga kini belum menyeluruh, sehingga sejumlah kerusakan masih terlihat terutama saat hujan deras mengguyur hingga mengganggu kenyamanan mahasiswa yang melintas.
Ketika kami berkunjung ke GKT pada 19 Juni 2026, plafon yang rusak pada area depan gedung terlihat masih belum tersentuh perbaikan. Rembesan air di sejumlah titik juga menyebabkan lantai tampak kurang terawat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang pada plafon memperlihatkan rangka besi dibagian dalam, sementara terdapat kabel yang menjuntai. Seorang mahasiswa pun turut menyampaikan jika hal tersebut dapat membahayakan orang yang melintas pada area tersebut.
Di tengah belum tuntasnya perbaikan gedung, pihak kampus melakukan pembangunan konstruksi untuk pemasangan banner di area samping GKT. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai skala prioritas kampus dalam pemeliharaan gedung dan penyediaan sarana prasarana penunjang.
Penjelasan Pihak Terkait
Mustakim, yang di tahun sebelumnya menajabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Layanan Akademik, kala itu menerangkan pada Kronika jika ia mengakui adanya kebocoran tersebut.
Ia menegaskan bahwa perbaikan tetap akan dilakukan meskipun membutuhkan proses. “Bocor hari ini tidak langsung kita perbaiki, tetapi ada prosesnya. Mengajukan surat dulu, ada dananya atau tidak gitu. Insyaallah kita juga tidak diam,” ujarnya pada 24 September 2025.
Namun, hingga hampir satu tahun setelah pernyataan tersebut disampaikan, belum terlihat perbaikan yang secara efektif yang mampu mengatasi persoalan kebocoran pada GKT.
Tinggalkan Balasan