Press ESC to close

Pembukaan SIDUM SEMA-U Digelar, Pembacaan AD/ART Belum Terlaksana

Senat Mahasiswa Universitas (Sema-U) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo LampuSIDUM SEMA-Ung (Jusila) menggelar Sidang Umum (SIDUM) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai III Gedung Munaqasyah, Kampus I, UIN Jusila, Minggu pagi (05/07/2026).

‎‎Mengusung tema “Revitalisasi Peran Senat Mahasiswa Melalui Sidang Umum yang Demokratis dan Berorientasi pada Kemajuan Kampus”, agenda pembacaan AD/ART yang dijadwalkan berlangsung pukul 12.00 WIB tidak dapat dimulai sesuai jadwal.

Penundaan yang terjadi belum diketahui secara pasti. Akibatnya, pembahasan AD/ART tertunda hingga waktu yang belum ditentukan.

‎‎Meski demikian, sesi pembukaan SIDUM tetap berlangsung dengan dihadiri Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Aria Septi Anggaira, Ketua Umum Sema-U Abdurrahman Addakhiel beserta jajarannya, Ketua Pelaksana M. Rafiudin Safikri, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

‎‎Dalam sambutannya, Aria Septi Anggaira, berharap SIDUM AD/ART pertama ini dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga menekankan agar hasil perumusan AD/ART mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus.

‎‎”Artinya tidak hanya untuk kebutuhan Sema-U dan Dema-U maupun Sema-Dema Fakultas. Namun, juga bisa meng-cover seluruh kebutuhan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta bisa menjadi wakil aspirasi dari seluruh mahasiswa di UIN Jusila,” ucapnya.

‎‎Warek III tersebut juga berharap pelaksanaan SIDUM dapat berlangsung secara demokratis dan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan sehingga keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan bersama.

‎‎”Artinya, tidak lagi mementingkan egoisme maupun kepentingan pribadi, sehingga apa pun yang nantinya ditetapkan dapat dipertanggungjawabkan bersama,” ujarnya.

‎‎Sementara itu, Abdurrahman Addakhiel dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pengesahan AD/ART Ormawa menjadi agenda yang krusial untuk menyelaraskan tata kelola organisasi dengan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) Universitas terbaru setelah peralihan status kampus dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Baca Juga:  Bidang Intelektual LKK, Adakan Brilian Untuk Belajar Agama

​“Kehadiran Ormawa mutlak diperlukan sebagai pilar esensial Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus wadah pembentuk intelektualitas mahasiswa yang berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

‎‎​Ia menambahkan bahwa langkah sinkronisasi ini merupakan tuntutan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh elemen organisasi instansi kampus.

“Regulasi saat ini menuntut adanya harmonisasi dan sinkronisasi tata kelola organisasi kemahasiswaan agar selaras dengan visi misi UIN Jusila, yaitu socio-eco-techno-preneurship, ” tegasnya.

Alasan Penundaan SIDUM AD/ART

‎Di sisi lain, selepas acara pembukaan selesai dilakukan, Kronika memperoleh informasi mengenai tertundanya pelaksanaan SIDUM AD/ART. Untuk itu, kami menghubungi Ketua Umum SEMA-U, Abdurrahman Addakhiel, melalui pesan Whatsapp pada hari yang sama guna meminta keterangan lebih lanjut.

‎‎Saat ditanya mengenai alasan penundaan pelaksanaan SIDUM, ia menjelaskan bahwa setiap keputusan yang di ambil merupakan hasil keputusan forum.

“Untuk hal yang melatarbelakangi itu, kesepakatan yang ada di dalam forum disetujui oleh Sema-U, Sema FEBI, Sema FTIK, Sema FUAD, Dan Dema-U,” paparnya.

‎‎Ia turut mengakui jika perubahan AD/ART hanya dapat dilakukan melalui forum paripurna sebagaimana diatur dalam BAB XI Pasal 56 AD/ART.

Sementara itu, usulan amandemen dapat diajukan, dibahas, dan ditetapkan melalui Musyawarah Organisasi Mahasiswa Universitas (MOM-U) sebagai forum musyawarah tertinggi Ormawa, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

‎‎”Terkait pengajuan amandemen AD/ART bisa diajukan, dilaksanakan, dibahas, dan ditetapkan melalui musyawarah tertinggi ormawa (Mom-U., red) yang akan diselenggarakan selambat-lambatnya akhir bulan 10, di tahun 2026,” akhirnya.

‎‎Sementara itu, beberapa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) serta unsur UKM dan UKK diduga tidak dilibatkan dalam pelaksanaan SIDUM tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, baru UKM Kronika yang tercatat menerima undangan peliputan acara pembukaan tersebut.

Reporter: Mutia/Nadin

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *