
Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) terus mematangkan persiapan pelaksanaan sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SISMIK) bagi calon mahasiswa baru (camaba) angkatan 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Pra-Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (Pra-PBAK) ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Gedung Academic Center (GAC).
Menjelang pelaksanaan kegiatan, berbagai aspek teknis telah dipersiapkan, mulai dari lokasi, perangkat pendukung, hingga mekanisme pelaksanaan sosialisasi.
Sebanyak 842 camaba dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 428 mahasiswa jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), 328 mahasiswa jalur Ujian Masuk (UM-PTKIN), dan 86 mahasiswa jalur Mandiri.
Guna meninjau sejauh mana kesiapan pelaksanaan kegiatan, Tim Kronika menelusuri persiapan tersebut melalui Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Jusila.
Kepala TIPD, Haris Setiaji, mengimbau camaba agar mengisi seluruh data dengan benar dan cermat, karena data tersebut akan menjadi dasar pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Kalau ada kesalahan, seperti nama ibu kandung atau Nomor Induk Kependudukan (NIK), memang bisa diperbaiki, tetapi prosesnya bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan,” imbaunya saat sesi wawancara Jumat (24/07/2026).
Sementara itu, pihak TIPD bersama Bagian Akademik telah mematangkan berbagai persiapan teknis, termasuk pengecekan server dan penyiapan lokasi di GAC.
Dalam sosialisasi tersebut, nantinya camaba akan diperkenalkan dengan penggunaan SISMIK, mulai dari aktivasi akun, pengisian biodata, unggah pasfoto, hingga penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS), serta memperoleh informasi mengenai PBAK, Ma’had, dan Learning Management System (LMS).
Pihak kampus menegaskan bahwa camaba tidak perlu khawatir apabila terjadi kesalahan saat pengisian KRS maupun data akademik, karena masih tersedia kesempatan untuk melakukan perbaikan melalui koordinasi dengan bagian akademik. Bahkan, camaba yang menyelesaikan pembayaran UKT di akhir masa registrasi tetap dapat mengurus KRS sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menambahkan, camaba yang mengalami kendala setelah mengikuti sosialisasi dapat memanfaatkan layanan helpdesk yang tersedia melalui portal metrouniv.ac.id dan uinjusila.ac.id.
”Bisa ke layanan akademik, tetapi pasti ada jeda sesuai jam kerja. Yang terpenting, setiap laporan akan dibaca lalu direspons,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, kampus berharap camaba mampu memahami penggunaan SISMIK sejak awal perkuliahan, mengisi data akademik secara cermat, serta meningkatkan literasi digital agar seluruh proses administrasi akademik dapat berjalan lebih efektif dan tanpa hambatan.
”Literasi digital mahasiswa baru masih menjadi tantangan. Karena itu, sosialisasi ini kami lakukan agar mereka lebih memahami sistem yang digunakan dan tidak mengalami kesulitan dalam proses administrasi akademik,” akhirnya.
Reporter: Nadin/Riska
Tinggalkan Balasan