Gelar Mustamat, Ketua HMJ TMTK Keluhkan Hambatan Kepengurusannya

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Matematika (TMTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, menyelenggarakan Musyawarah Tadris Matematika (Mustamat). Bertema Mengoptimalkan Estafet Kepemimpinan Untuk HMJ Tadris Matematika yang Unggul dan Kompeten, di Gedung Serba Guna (GSG), Senin (10-01-2022).

 

Turut hadir Wakil Dekan III FTIK, Kuryani, Ketua Jurusan (Kajur) TMTK, Endah Wulantina, dan beberapa dosen TMTK, serta 31 peserta. Bertujuan sebagai reorganisasi dan mencari pemimpin baru HMJ TMTK.

 

Endah Wulantina dalam sambutannya mengungkapkan, ini adalah kegiatan untuk pergantian kepengurusan jurusan TMTK. Menurutnya, dalam berorganisasi diajarkan bagaimana mengatur diri sendiri dan orang lain, yang mana hal tersebut tidak akan didapat hanya ketika di bangku kuliah.

 

Agung Setya Nugroho, Ketua Pelaksana mengatakan, acara ini berjalan sesuai rencana meskipun sedikit mengalami kemoloran karena adanya apel pagi dosen. “Harapannya, adanya acara ini sebagai ajang silahturahmi, bisa membawa ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

 

Bagas Bayu Winanto, Ketua HMJ TMTK mengungkapkan bahwa selama menjadi Ketua HMJ menghadapi banyak sekali hambatan dan rintangan. Tidak hanya bertanggung jawab terhadap diri sendiri, tetapi juga ke orang lain. “Memiliki tanggung jawab sebagai anak, mahasiswa, dan ketua, dan ketiganya saya harus bisa memposisikan,” pungkasnya.

 

Ia menjelaskan, program kerja (progja) HMJ TMTK 2021 berjumlah sekitar 30 kegiatan. “Karena di setiap bidang ada sekitar empat progja dan terlaksana semua walaupun banyak sekali hambatan dan kendala, tetapi kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan kegiatan yang sudah kami rapatkan,” ungkapnya.

 

Bagas juga mengeluhkan sistem perkuliahan di awal kepengurusan yang berjalan dengan sistem daring. Hal tersebut menyebabkan mahasiswa banyak berada di rumah masing-masing dan tidak banyak yang berada di Metro. Jadi, untuk kegiatan-kegiatan kecil hanya bisa dihadiri oleh mahasiswa yang berada di Metro dan sekitarnya.

 

Selain sistem perkuliahan daring, Bagas juga menjelaskan terkait dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang tidak cair di kepengurusannya. “Kita lihat kemarin, bahwasanya dari jajaran rektor sampai ketua jurusan itu direshuffle atau diganti. Jadi, mungkin di Fakultas Tarbiyah ada sedikit permasalahan sehingga anggaran DIPA tidak bisa cair ataupun tidak ada,” tuturnya.

 

Ia pun berharap, kepengurusan selanjutnya menjadi lebih baik, lebih solid, mencontoh yang baik dan meninggalkan yang buruk. Menciptakan sesuatu yang baru, tetapi tidak melupakan yang lama.

 

Tanggapan Positif datang dari peserta Mustamat, Muhammad Iqbal Rifa’i (TMTK’20). Ia mengatakan bahwa acara berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa perdebatan. Namun, dalam musyawarah tersebut tetap menghasilkan keputusan yang adil.

 

Menurutnya, acara berjalan sesuai tata tertib meskipun sempat ada protes sedikit. “Kericuhan tadi membahas tentang wewenang dari Sema, Dema. Dari peserta pengennya Sema tidak ikut andil dalam pemilihan Mustamat ini,” jelasnya.

 

Berbeda hal dengan Wildan Alghofari (TMTK’21), berharap Mustamat kali ini dapat menjadikan HMJ TMTK lebih baik lagi. “Saya berharap kepada ketua HMJ yang baru semoga bisa menjadi pemimpin yang adil dalam memimpin anggotanya,” harapnya.

 

(Reporter/Fika/Irsyad)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0