KPI Adakan Training Dai Guna Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Berdakwah

Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro mengadakan Training Dai dengan mengusung tema Melalui Training Dai Tingkatkan Kompetensi Dakwah Mahasiswa KPI, dilaksanakan via Google Meet, Kamis (29-07-2021).

 

Turut hadir Dekan FUAD, Akla, sekaligus membuka acara, Astuti Patminingsih, Ketua Jurusan (Kajur) KPI, dosen-dosen FUAD, serta 116 peserta. Pada training dai ini menghadirkan satu pemateri yaitu Ustaz Hanif Lutfi, Lc, MA. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni 29–30 Juli 2021.

 

Akla, Dekan FUAD dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dai bagi mahasiswa KPI, “Mudah-mudahan ini juga menjadi wawasan untuk mahasiswa,” harapnya.

 

Astuti Patminingsih, Kajur KPI sekaligus Ketua Pelaksana mengatakan, kegiatan yang semula hanya diperuntukkan bagi mahasiswa KPI ini, akhirnya dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa FUAD. Ia merasa ilmu dai ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa FUAD.

 

Selain itu, Ia mengimbau agar mahasiswa KPI dapat menyerap ilmu yang diberikan dengan baik, “Kemudian dikembangkan menjadi kompetensi dakwah di masa yang akan datang. Bisa melakukan kegiatan seperti ini di masa mendatang dengan lebih baik lagi,” harapnya.

 

Muhammad Abdul Wahid Hasyim (KPI’19), mengapresiasi dengan dilaksanakannya pelatihan dai untuk mahasiswa KPI. Menurutnya kegiatan ini dapat membantu persiapan bagi mahasiswa KPI untuk menjejaki dunia dakwah.

 

“Walau ini acara ini diadakan secara virtual, mahasiswa sangatlah antusias dengan acara ini. Terbukti lebih dari 100 peserta yg ada di dalam Google Meet tersebut. Semoga teman-teman dari jurusan KPI bisa mengambil banyak ilmu dai dari beliau Ustaz Hanif Luthfi, serta dapat diterapkan kehidupan sehari-hari kita,” harapnya.

 

Yuana Setia Wati, Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI’18), bersyukur dapat mengikuti kegiatan pelatihan dai kali ini. Menurutnya dakwah tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan dan perlu memiliki ilmu.

 

“Terutama dalam menyampaikan ayat Al-Qur’an maupun hadis. Dalam penyampaiannya harus memperhatikan tajwidnya. Kemudian kita harus pandai mencari hadis yang sahih dan alhamdulillah dengan diadakan training ini saya menambah pengetahuan serta skill dalam berdakwah,” ujarnya.

 

(Reporter/Ainaya)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0