Press ESC to close

Dari Akar Pohon Hingga Keramik Terangkat, Kini GSG UIN Jusila Akhirnya Diperbaiki

Proses Pengadaan
‎Yudiyanto menjelaskan proses renovasi dilakukan melalui mekanisme pengadaan sesuai aturan kampus. Pelaksanaan pembangunan berada di bawah koordinasi pejabat pengadaan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kalau perbaikan itu pejabat pengadaan, nanti di atasnya ada pembuat komitmen pengadaannya lah, ya, belanja dan kemitraan dengan penyedia pemborongnya gitu, ya itu sudah ada sesuai aturan,” ujarnya.

‎Menurutnya, proses renovasi juga dilakukan melalui tahapan administrasi dan seleksi kelayakan sebelum menentukan pihak pelaksana proyek. “Ada seleksi administrasi kelayakan dan sebagainya,” lanjutnya.

‎Ia juga menegaskan keberadaan GSG penting sebagai alternatif ruang kegiatan berkapasitas sedang agar penggunaan Gedung Academic Center (GAC) tidak terlalu dominan.

“Kalau semua kegiatan diarahkan ke GAC tentu biaya operasionalnya lebih besar. Jadi, GSG ini sebenarnya membantu efisiensi juga,” tegasnya.

Tanggapan dan Pesan

‎Renovasi GSG yang dilakukan pihak kampus turut menimbulkan beragam tanggapan di kalangan masyarakat kampus, mulai dari mahasiswa hingga penjaga kampus.

Anggi Prayuda selaku satpam UIN Jusila menilai jika keberadaan GAC memang lebih fleksibel digunakan untuk berbagai kegiatan. Namun, menurutnya, hal tersebut bukan berarti GSG harus dibiarkan terbengkalai.

Baca Juga:  Minimnya Persiapan, MOM-I Sempat Mengalami Kegaduhan

‎”Dengan adanya GAC bukan berarti GSG di-mangkrakkan. Harapannya, setelah direnovasi, GSG bisa kembali dioptimalkan fungsi dan kegunaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ahmad Farid Gumay, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI’22), berpandangan jika perbaikan GSG memang seharusnya dilakukan, menilai kondisi GSG yang sebelumnya mengalami kerusakan seperti atap bocor dan keramik rusak.

‎”Dengan adanya renovasi ini, saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada pihak kampus, karena bagaimanapun GSG adalah gedung yang sering dijadikan tempat kegiatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa),” ujarnya.

Ia juga berharap proses perbaikan gedung dapat berjalan tanpa kendala yang berarti dan sistem peminjaman fasilitas kampus ke depannya bisa lebih dipermudah. ‎”Saya harap proses renovasi berjalan dengan baik tanpa ada suatu halangan apapun, dan saya harap proses peminjaman gedung bisa lebih dipermudah alurnya,” tutupnya.

Reporter: Habibila/Riska

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *