Press ESC to close

UIN Jusila Sembelih 9 Ekor Sapi Kurban pada Iduladha 1447 H

UIN Jusila Sembelih 9 Ekor Sapi Kurban pada Iduladha 1447 H

Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melaksanakan pemotongan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman parkir depan Gedung Fakultas Syariah (FaSya) pada Kamis (28/05/2026), mulai pukul 06.30 WIB hingga menjelang siang.

‎Sebanyak sembilan ekor sapi disembelih dalam kegiatan tersebut. Delapan ekor sapi berasal dari kurban dosen dan karyawan UIN Jusila, sementara satu ekor lainnya merupakan pemberian dari Bank Syariah Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan kepanitiaan dari berbagai unsur di lingkungan kampus, mulai dari Rektor, Dosen, Karyawan, Satpam, hingga santri Ma’had UIN Jusila.

‎Basri selaku Ketua Pelaksana (Ketuplak), menerangkan bahwa sumber pendanaan pembelian hewan kurban dilakukan melalui dua metode: sebagian dosen dan karyawan menabung secara rutin setiap bulan, sedangkan sebagian lainnya ditawarkan untuk bergabung menjelang pelaksanaan kurban.

‎”Setiap bulan ada yang menyisihkan sekitar Rp300.000 dari gaji selama 12 bulan. Jadi, terkumpul sekitar Rp3.600.000 untuk kurban,” terangnya.

‎Selain itu, saat pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan, ditemukan beberapa organ dalam hewan kurban yang tidak layak konsumsi. Menindaklanjuti temuan tersebut, panitia langsung memusnahkannya dengan cara mengubur bagian organ yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi masyarakat.

‎”Tadi ada pemeriksaan hati, paru-paru, ginjal, dan organ lainnya. Ada beberapa bagian hati sapi yang tidak layak sehingga harus dikubur dan tidak boleh dikonsumsi,” ungkap Basri.
blank
‎Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban penting dilakukan agar daging yang dibagikan benar-benar aman dan sehat untuk masyarakat.

‎”Kita ingin masyarakat mengonsumsi daging yang sehat. Jangan sampai niat meningkatkan gizi masyarakat justru menimbulkan penyakit karena daging yang tidak layak konsumsi,” tambahnya.

Selain itu, panitia telah menyiapkan ratusan kupon untuk membantu proses distribusi daging kepada warga sekitar kampus. ‎Basri menuturkan sekitar 400 kupon pembagian daging kurban diberikan untuk dosen, karyawan, dan masyarakat sekitar kampus. Meski pembagian belum dapat menjangkau seluruh warga, pihak panitia memastikan masyarakat terdekat tetap menerima bagian kurban.

‎”Belum bisa maksimal membagikan ke warga di sekitar kampus, tapi yang terdekat insyaallah dapat. Warga, dosen, dan karyawan pakai kupon, dan yang tidak pakai kupon itu yang berkurban,” tuturnya.

‎Terakhir, Basri berharap kesadaran berkurban di lingkungan kampus terus meningkat setiap tahunnya, sehingga kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar juga makin besar.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi, Harapkan Progja Setiap Ormawa

‎”Kita berharap dari tahun ke tahun kesadaran berkurban dosen dan karyawan semoga meningkat, sehingga kepedulian sosial kampus kita terhadap masyarakat sekitar juga makin baik,” tutupnya.

Redaksi Kronika

Kronika kini menjadi media mahasiswa yang telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam menyajikan informasi, analisis, dan opini mengenai berbagai isu sosial, pendidikan, politik, dan budaya, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *