
Sementara itu, dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Ruri Astuti Wulandari, menerangkan bahwa saat pemeriksaan ditemukan beberapa organ sapi yang terindikasi penyakit dan tidak layak dikonsumsi sehingga dilakukan pemusnahan.
”Iya, tadi dari delapan yang sudah dicek ada empat sapi yang terindikasi terkena cacing hati kemudian ada satu sapi yang terkena pembengkakan limfa atau splenomegali. Organ yang ditemukan tadi dibuang, tidak dikonsumsi, sementara daging dan lainnya boleh dikonsumsi,” terangnya.
Ruri berharap pemilihan hewan kurban ke depan dapat dilakukan lebih selektif, terutama dalam memastikan kesehatan ternak sejak di peternakan.

“Perlu dipilih sapi-sapi yang memang mendapat perawatan keseharian lebih baik, sudah dicegah dengan pemberian obat cacing,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar kebersihan dalam proses penanganan daging kurban lebih diperhatikan, guna menghindari kontaminasi selama proses pembagian daging berlangsung.
”Dengan tidak merokok pada saat menangani dagingnya. Memang posisinya karena ini di terpal, terpalnya diinjak-injak oleh sendal dan lain-lain, tentu saja dagingnya bisa terkontaminasi dengan tanah dan debu,” pesannya.
Turut menanggapi kegiatan kurban tahun ini, Liberty selaku Wakil Dekan (Wadek) II, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Febi) mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini yang berjalan lancar. Selain itu, kondisi daging sapi yang disembelih juga dinilai memiliki kualitas yang baik.
”Alhamdulillah kurban tahun ini berjalan dengan lancar, kemudian kita melihat juga dagingnya Alhamdulillah bagus-bagus, tidak terlalu banyak lemak,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan kurban di lingkungan kampus dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah hewan kurban yang semakin meningkat.
”Harapan ke depannya semoga kita masih bisa melaksanakan kurban bersama kembali dan jumlahnya bertambah banyak,” tuturnya.
Reporter: Habibila/Riska
Tinggalkan Balasan