<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kronika</title>
	<atom:link href="https://kronika.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kronika.id/</link>
	<description>Menjunjung Tinggi Kebenaran</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 03:50:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kronika.id/wp-content/uploads/2024/01/cropped-cropped-cropped-cropped-cropped-LOGO-UKPM-KRONIKA-32x32.png</url>
	<title>Kronika</title>
	<link>https://kronika.id/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolaborasi Komunitas Teater “Berembuk Rasa Jilid 2” Hidupkan Ekosistem Seni di Kota Metro‎</title>
		<link>https://kronika.id/kolaborasi-komunitas-teater-berembuk-rasa-jilid-2-hidupkan-ekosistem-seni-di-kota-metro/</link>
					<comments>https://kronika.id/kolaborasi-komunitas-teater-berembuk-rasa-jilid-2-hidupkan-ekosistem-seni-di-kota-metro/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 01:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Celebration]]></category>
		<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[Talent]]></category>
		<category><![CDATA[UKM Impas]]></category>
		<category><![CDATA[#Teater]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18728</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejumlah komunitas seni di sekitar Kota Metro menggelar pertunjukan teater bertajuk “Berembuk Rasa Jilid 2”, menampilkan naskah teater Malam Jahanam dan Senja dengan Dua Kelelawar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 April 2026, di Gedung Nuwo Budayo, Kota Metro.‎Acara tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Sanggar Satu Kata, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/kolaborasi-komunitas-teater-berembuk-rasa-jilid-2-hidupkan-ekosistem-seni-di-kota-metro/">Kolaborasi Komunitas Teater “Berembuk Rasa Jilid 2” Hidupkan Ekosistem Seni di Kota Metro‎</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejumlah komunitas seni di sekitar Kota Metro menggelar pertunjukan teater bertajuk “Berembuk Rasa Jilid 2”, menampilkan naskah teater Malam Jahanam dan Senja dengan Dua Kelelawar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 April 2026, di Gedung Nuwo Budayo, Kota Metro.<br>‎<br>Acara tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya Sanggar Satu Kata, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pencinta Seni (Impas) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila), UKM Impasi Universitas Maarif Lampung (UMALA), Keluarga Cakau, serta Sanggar Kaliptra. Dibuka untuk umum, pertunjukan tersebut juga dihadiri oleh pengurus Dewan Kesenian Metro (DKM) Arzila Hernanda.<br>‎<br>‎Pementasan tersebut diadakan tidak hanya untuk sarana hiburan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan edukatif mengenai dinamika sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.<br>‎<br>‎Selama dua hari pelaksanaan, rangkaian pertunjukan menampilkan karya-karya teater yang menarik. Pada hari pertama dipentaskan naskah Malam Jahanam karya Mottinggo Boesje pukul 19.30–21.30 WIB. Sementara itu, hari kedua menghadirkan pementasan Senja dengan Dua Kelelawar karya Kirdjomulyo pada pukul 19.30 WIB.<br>‎<br>‎Dalam sambutannya, Arzila Hernanda menyampaikan dukungannya terhadap perkembangan seni teater di Kota Metro. Ia menilai aktivitas teater mulai menunjukkan kemajuan yang positif dan perlu terus didukung bersama.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" data-id="18730" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-1024x683.webp" alt="" class="wp-image-18730" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-1024x683.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-300x200.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-768x512.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-1536x1025.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-2048x1367.webp 2048w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/2-550x367.webp 550w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>&#8220;Teman-teman teater Kota Metro mulai bergeliat, dan kita ingin bersama-sama membersamai mereka agar kegiatan yang menurut saya menjadi kebanggaan Kota Metro ini terus kita dukung dan disupport,&#8221; ujarnya.<br>‎<br>‎Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga jati diri bangsa melalui kebudayaan. Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dilestarikan.</p>



<p>&#8220;Kita sebagai bangsa Indonesia harus berkepribadian dalam kebudayaan, karena kita adalah bangsa yang besar dan memiliki begitu banyak ragam budaya,” tuturnya.<br>‎<br>‎Imam Susanto selaku sutradara naskah Malam Jahanan juga memberikan apresiasi terhadap kekompakan tim hingga kualitas pementasan yang dinilai keren dan sukses.</p>



<p>&#8220;Banyak tanggapan positif yang diberikan ya, dengan jumlah tim produksi sekitar 50 orang, pertunjukan ini dinilai berhasil berkat kerja sama yang solid dan konsep yang terencana dengan baik,&#8221; ungkapnya.<br>‎<br>‎Ia juga berharap agar acara tersebut lebih sukses dan ramai dikedepannya. &#8220;Saya harap ya, akan hidup terus acara ini, dan semoga akan ada jilid-jilid selanjutnya,&#8221; harapnya.<br>‎<br>‎Apresiasi juga datang dari salah satu penonton, Muhammad Abdillah Rasyid. Ia mengungkapkan apresiasinya terhadap jalannya pertunjukan yang dinilai sangat meriah dan menghibur. “Pentas Berembuk Rasa kali ini sangat pecah dan sangat wow sekali,” ungkapnya.<br>‎<br>‎Ia juga menyampaikan harapannya agar perkembangan seni teater di Kota Metro semakin maju dan terus berkembang ke depannya. “Teater di Kota Metro bisa berkembang dan maju terus,” tutupnya.<br>‎<br>‎Reporter: Anggi/Rafi</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/kolaborasi-komunitas-teater-berembuk-rasa-jilid-2-hidupkan-ekosistem-seni-di-kota-metro/">Kolaborasi Komunitas Teater “Berembuk Rasa Jilid 2” Hidupkan Ekosistem Seni di Kota Metro‎</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/kolaborasi-komunitas-teater-berembuk-rasa-jilid-2-hidupkan-ekosistem-seni-di-kota-metro/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polemik Wacana &#8216;War Tiket&#8217; Haji 2026: Upaya Pangkas Antrean atau Celah Ketimpangan?</title>
		<link>https://kronika.id/polemik-wacana-war-tiket-haji-2026-upaya-pangkas-antrean-atau-celah-ketimpangan/</link>
					<comments>https://kronika.id/polemik-wacana-war-tiket-haji-2026-upaya-pangkas-antrean-atau-celah-ketimpangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 02:40:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat Muslim Indonesia tengah disibukkan dengan persiapan keberangkatan haji yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 22 April 2026 mendatang. Di tengah situasi tersebut, publik dihebohkan dengan munculnya wacana skema baru pendaftaran melalui jalur &#8220;war tiket&#8221; yang dimunculkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Menurut Kemenhaj, skema ini merupakan wacana lama yang kembali mencuat untuk menyelesaikan persoalan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/polemik-wacana-war-tiket-haji-2026-upaya-pangkas-antrean-atau-celah-ketimpangan/">Polemik Wacana &#8216;War Tiket&#8217; Haji 2026: Upaya Pangkas Antrean atau Celah Ketimpangan?</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-yoast-seo-estimated-reading-time yoast-reading-time__wrapper"><span class="yoast-reading-time__icon"><svg aria-hidden="true" focusable="false" data-icon="clock" width="20" height="20" fill="none" stroke="currentColor" style="display:inline-block;vertical-align:-0.1em" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 24 24"><path stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" stroke-width="2" d="M12 8v4l3 3m6-3a9 9 0 11-18 0 9 9 0 0118 0z"></path></svg></span><span class="yoast-reading-time__spacer" style="display:inline-block;width:1em"></span><span class="yoast-reading-time__descriptive-text">Estimated reading time: </span><span class="yoast-reading-time__reading-time">3</span><span class="yoast-reading-time__time-unit"> menit</span></p>



<p>Masyarakat Muslim Indonesia tengah disibukkan dengan persiapan keberangkatan haji yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 22 April 2026 mendatang.</p>



<p>Di tengah situasi tersebut, publik dihebohkan dengan munculnya wacana skema baru pendaftaran melalui jalur &#8220;<em>war</em> tiket&#8221; yang dimunculkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).</p>



<p>Menurut Kemenhaj, skema ini merupakan wacana lama yang kembali mencuat untuk menyelesaikan persoalan panjangnya antrean haji. Menurut Tempo, di beberapa daerah di Indonesia, masa tunggu tercatat telah mencapai hingga 47 tahun. Namun, di tahun ini antrean jemaah disamaratakan menjadi 26 tahun.</p>



<p>Meski masih dalam tahap pengkajian mendalam, wacana ini menuai reaksi beragam. Sejumlah pihak mengkhawatirkan munculnya ketimpangan hingga kecemburuan sosial, terutama bagi masyarakat yang kurang memahami teknologi. Bagaimana pengaruhnya?</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-awal-mula-wacana-war-tiket-haji"><strong>Awal Mula Wacana ‘<em>War</em> Tiket’ Haji</strong></h2>



<p>Wacana &#8220;<em>war</em> tiket&#8221; ini bermula dari selentingan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Tangerang, Rabu (8/4/2026).</p>



<p>Sebagaimana dikutip dari Kompas, Irfan menjelaskan bahwa jauh sebelum sistem antrean panjang seperti sekarang, pendaftaran haji pernah menggunakan sistem yang mirip dengan &#8220;<em>war</em> tiket&#8221; atau pendaftaran langsung yang dibuka dalam kurun waktu tertentu. Saat itu, jemaah yang ingin berangkat cukup mendaftar dan membayar, sehingga waktu tunggu relatif singkat.</p>



<p>Sistem tersebut berubah menjadi sistem tunggu (antrean) pada tahun 2008 akibat melonjaknya jumlah peminat haji asal Indonesia. Kala itu, administrasi dan pengelolaan dana sepenuhnya berada di bawah Kementerian Agama. </p>



<p>Hingga pada tahun 2017, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) muncul sebagai lembaga khusus yang menangani dana haji. Di bawah naungan BPKH, sistem pendanaan ditekankan pada kemampuan jemaah untuk membayar, bukan sekadar mekanisme distribusi kuota.</p>



<p>Melihat lonjakan antrean yang terus terjadi, pemerintah berupaya mencari solusi efektif. Munculnya wacana pendaftaran langsung atau &#8220;<em>war</em> tiket&#8221; yang diharapkan menjadi jalur bagi calon jemaah agar tidak perlu menunggu puluhan tahun.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Apakah perlu kita memikirkan hal seperti itu lagi? Tentu ini bukan hal yang gampang untuk diputuskan, tetapi sebagai sebuah wacana tentu bisa sah-sah saja untuk kita pikirkan,” ujar Irfan, seperti dikutip dari Tempo.</p>
</blockquote>



<p>Singkatnya, skema ini diperuntukkan bagi jemaah yang siap secara mental, fisik, dan mampu secara finansial. Dengan demikian, mereka dapat mendaftar dan berangkat lebih cepat.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-penguatan-aspek-istitha-ah"><strong>Penguatan Aspek Istitha’ah</strong></h2>



<p>Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan penjelasan tambahan mengenai tujuan utama wacana ini. Sebagaimana dikutip dari Kumparan, Dahnil memaparkan bahwa skema &#8220;<em>war</em> tiket&#8221; dimaksudkan agar kuota haji benar-benar diisi oleh jemaah yang sudah siap berangkat dalam waktu dekat.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Substansi yang sedang didorong sebenarnya jauh lebih serius, yaitu tentang bagaimana memastikan kuota haji benar-benar diisi oleh mereka yang siap secara <em>istitha’ah</em> pada tahun berjalan,” kata Dahnil pada Sabtu (11/4/2026), dikutip dari Kumparan.</p>
</blockquote>



<p>Tahun ini, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 221.000 jemaah dari Pemerintah Arab Saudi dengan biaya per jemaah di kisaran Rp54 juta. Sementara jumlah calon jemaah haji Indonesia yang telah mendaftar antrean haji hingga saat ini berkisar di 5.6 juta.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-kekhawatiran-masyarakat"><strong>Kekhawatiran Masyarakat</strong></h2>



<p>Meski pemerintah menjamin bahwa skema ini tidak akan mengganggu jemaah jalur reguler, kekhawatiran tetap muncul di tengah masyarakat. Beberapa pihak menilai skema ‘<em>war</em> tiket’ tersebut berpotensi menyudutkan jemaah yang kurang menguasai internet dan hanya menguntungkan pihak dengan kekuatan finansial besar.</p>



<p>Selain itu, ada ketakutan bahwa jemaah yang telah mengantre bertahun-tahun akan terabaikan, meskipun pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini masih berupa wacana dan terus dikaji.</p>



<p>Penulis: Adisti Ega</p>



<p>Sumber Referensi:</p>



<p><a href="https://nasional.kompas.com/read/2026/04/13/07105421/polemik-war-tiket-haji-bagaimana-wacana-ini-bermula?">https://nasional.kompas.com/read/2026/04/13/07105421/polemik-war-tiket-haji-bagaimana-wacana-ini-bermula?</a></p>



<p><a href="https://www.kompas.id/artikel/war-tiket-haji-dan-batas-logika-pasar">https://www.kompas.id/artikel/war-tiket-haji-dan-batas-logika-pasar</a></p>



<p><a href="https://www.tempo.co/politik/kementerian-wacanakan-sistem-war-tiket-untuk-berangkat-haji-2127871">https://www.tempo.co/politik/kementerian-wacanakan-sistem-war-tiket-untuk-berangkat-haji-2127871</a></p>



<p><a href="https://kumparan.com/kumparannews/wamenhaj-ungkap-alasan-wacana-war-tiket-haji-sasar-jemaah-yang-benar-siap-27BccQ7NewQ">https://kumparan.com/kumparannews/wamenhaj-ungkap-alasan-wacana-war-tiket-haji-sasar-jemaah-yang-benar-siap-27BccQ7NewQ</a></p>



<p>Sumber Gambar: basnas.go.id</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/polemik-wacana-war-tiket-haji-2026-upaya-pangkas-antrean-atau-celah-ketimpangan/">Polemik Wacana &#8216;War Tiket&#8217; Haji 2026: Upaya Pangkas Antrean atau Celah Ketimpangan?</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/polemik-wacana-war-tiket-haji-2026-upaya-pangkas-antrean-atau-celah-ketimpangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepengurusan Ormawa FTIK UIN Jusila Periode 2026–2027 Dilantik</title>
		<link>https://kronika.id/kepengurusan-ormawa-ftik-uin-jusila-periode-2026-2027-dilantik/</link>
					<comments>https://kronika.id/kepengurusan-ormawa-ftik-uin-jusila-periode-2026-2027-dilantik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2026 15:05:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fakultas]]></category>
		<category><![CDATA[FTIK]]></category>
		<category><![CDATA[HMPS]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ormawa]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan]]></category>
		<category><![CDATA[#ftik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18687</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negara (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2026–2027, bertempat di Lapangan Gedung Rektorat, Kampus I, UIN Jusila pada Minggu (12/04/2026).‎‎Kegiatan tersebut melantik seluruh struktur ormawa tingkat fakultas, mulai dari Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/kepengurusan-ormawa-ftik-uin-jusila-periode-2026-2027-dilantik/">Kepengurusan Ormawa FTIK UIN Jusila Periode 2026–2027 Dilantik</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negara (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2026–2027, bertempat di Lapangan Gedung Rektorat, Kampus I, UIN Jusila pada Minggu (12/04/2026).<br>‎<br>‎Kegiatan tersebut melantik seluruh struktur ormawa tingkat fakultas, mulai dari Senat Mahasiswa (Sema), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), hingga Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).</p>



<p>‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FTIK Siti Annisah, Wakil Dekan (Wadek) II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Sri Andri Astuti, serta Wadek III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Ahmad Subhan Roza. Selain itu, turut hadir Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) FTIK, Ketua Program Studi (Kaprodi), jajaran pimpinan fakultas lainnya serta pengurus ormawa FTIK yang dilantik.<br>‎<br>‎Dalam sambutannya, Siti Annisah menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen.</p>



<p>‎“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar yang tidak semua orang bisa dapatkan. Proses ini harus dijalani dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan,” tuturnya.<br>‎<br>‎Ia juga menyampaikan bahwa ormawa merupakan sarana pembelajaran guna mengasah kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, serta menanamkan nilai kebersamaan.<br>‎<br>‎Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Sema, Dema, HMPS, dan fakultas dalam mencapai kemajuan bersama. ‎“Kemajuan fakultas bukan karena individu, tetapi karena kebersamaan. Mahasiswa harus berani berinovasi dan menjadi bagian dari perubahan. Tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tetapi mulailah untuk menjadi hebat,” tegasnya.<br>‎<br>‎Sementara itu, Ketua Umum Sema terpilih Arif Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan pelantikan tersebut merupakan simbol estafet kepemimpinan kepada pengurus periode 2026–2027.</p>



<p>“Pelantikan ini menjadi tanda bahwa estafet kepemimpinan telah beralih kepada kepengurusan yang baru,” ujarnya.<br>‎<br>‎Ia juga menjelaskan bahwa proses pemilihan kepengurusan dilakukan melalui mekanisme musyawarah, dimulai dari reorganisasi kepengurusan Dema hingga HMPS, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua Sema.<br>‎<br>‎Arief berharap agar pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai awal membangun solidaritas dan kekompakan dalam memajukan fakultas.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-2 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" data-id="18689" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-18689" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-1024x768.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-300x225.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-768x576.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-1536x1152.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA00891.jpg-2048x1536.webp 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>‎“Jangan jadikan pelantikan ini hanya simbol. Ini adalah awal dari kebersamaan untuk mengembangkan FTIK menjadi lebih baik,” tambahnya.<br>‎<br>‎Ketua Umum HMPS Matematika terpilih Saiful Mahmud, menyampaikan bahwa kegiatan pelantikan tersebut merupakan hal yang telah ditunggu sejak lama. “Ini adalah momen yang sudah lama kami tunggu dan sangat penting sebagai awal kepengurusan,” ungkapnya.<br>‎<br>‎Ia juga berharap agar Ormawa FTIK dapat makin unggul dan mampu bersaing dengan fakultas lain. &#8220;Semoga Ormawa FTIK semakin unggul, bersinergi, serta mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia,” harapnya.<br>‎<br>‎Hal serupa disampaikan oleh Dimas Cahyo Nugroho selaku Duta FTIK. Ia bersyukur kegiatan pelantikan dapat berjalan dengan baik dan lancar. ‎“Acara ini berjalan dengan baik, lancar, dan tersusun dengan rapi,” ujarnya.<br>‎<br>‎Ia juga berharap kegiatan pelantikan dapat terus dilaksanakan di masa mendatang serta mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang membawa perubahan positif.</p>



<p>‎“Semoga kegiatan ini bisa terus dilanjutkan dan menjadi awal bagi lahirnya generasi baru yang mampu membawa perubahan dan pembaharuan ke arah yang lebih baik,” tutupnya.</p>



<p>Reporter: Aufa/Rehan/Rian/Riska</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/kepengurusan-ormawa-ftik-uin-jusila-periode-2026-2027-dilantik/">Kepengurusan Ormawa FTIK UIN Jusila Periode 2026–2027 Dilantik</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/kepengurusan-ormawa-ftik-uin-jusila-periode-2026-2027-dilantik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Metro hingga Pekalongan Dikejutkan oleh Objek Cahaya Misterius di Langit Malam Ini</title>
		<link>https://kronika.id/warga-metro-hingga-pekalongan-dikejutkan-oleh-objek-cahaya-misterius-di-langit-malam-ini/</link>
					<comments>https://kronika.id/warga-metro-hingga-pekalongan-dikejutkan-oleh-objek-cahaya-misterius-di-langit-malam-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 15:39:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[#meteor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18682</guid>

					<description><![CDATA[<p>Warga di wilayah Kota Metro hingga Pekalongan, Lampung Timur dan sekitarnya, dikejutkan dengan penampakan objek langit misterius yang melintas pada Sabtu (4/4/2026) malam. Cahaya terang tersebut tampak bergerak cukup jelas sehingga memancing perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan pantauan reporter di lapangan, objek tersebut terlihat melintas dengan durasi yang cukup singkat, tetapi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/warga-metro-hingga-pekalongan-dikejutkan-oleh-objek-cahaya-misterius-di-langit-malam-ini/">Warga Metro hingga Pekalongan Dikejutkan oleh Objek Cahaya Misterius di Langit Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Warga di wilayah Kota Metro hingga Pekalongan, Lampung Timur dan sekitarnya, dikejutkan dengan penampakan objek langit misterius yang melintas pada Sabtu (4/4/2026) malam. Cahaya terang tersebut tampak bergerak cukup jelas sehingga memancing perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruangan.</p>



<p>Berdasarkan pantauan reporter di lapangan, objek tersebut terlihat melintas dengan durasi yang cukup singkat, tetapi dengan intensitas cahaya yang mencolok.</p>



<p>Salah seorang saksi mata di Pekalongan, Ahmad Rifai (36), menuturkan bahwa dirinya melihat fenomena tersebut saat sedang bersantai di teras rumah.</p>



<p>“Saya di teras lagi main gim, kebetulan saya lihat ke atas karena terang banget cahaya di atas. Saya kira bintang ternyata cahaya itu bergerak. Saya melihat itu sekitar jam 20.16. Cahaya itu dari utara menuju selatan lokasi di Pekalongan,” tuturnya.</p>



<p>Tak hanya di Pekalongan, warga di wilayah Batanghari 38, Lampung Timur juga melaporkan melihat fenomena serupa. Salah seorang warga Metro, Virda Neyza, yang sedang bersantai di kawasan Metro 38, mengaku sempat kaget melihat objek tersebut.</p>



<p>&#8220;Lagi ngopi, tiba-tiba melihat beberapa cahaya meluncur dari langit dan sebagian orang heboh bahwa itu rudal,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Menurut pengamatannya, cahaya tersebut muncul dari arah barat menuju timur dan terjadi pada sekitaran waktu 20.10 WIB., ”20.10. Dari arah barat ke timur,” jelasnya.</p>



<p>Meski sempat memicu spekulasi di kalangan warga, fenomena ini diduga berkaitan dengan peristiwa astronomi atau aktivitas benda langit yang memang diprediksi terjadi pada awal April. Selain itu, sejumlah netizen juga turut berspekulasi bahwa objek tersebut kemungkinan merupakan sampah antariksa (space junk).</p>



<p>Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi dari pihak terkait mengenai identitas pasti objek yang melintasi langit Lampung tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/warga-metro-hingga-pekalongan-dikejutkan-oleh-objek-cahaya-misterius-di-langit-malam-ini/">Warga Metro hingga Pekalongan Dikejutkan oleh Objek Cahaya Misterius di Langit Malam Ini</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/warga-metro-hingga-pekalongan-dikejutkan-oleh-objek-cahaya-misterius-di-langit-malam-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UIN Jusila Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Luluskan 524 Mahasiswa</title>
		<link>https://kronika.id/uin-jusila-gelar-sidang-senat-terbuka-wisuda-periode-ii-tahun-akademik-2025-2026-luluskan-534-mahasiswa/</link>
					<comments>https://kronika.id/uin-jusila-gelar-sidang-senat-terbuka-wisuda-periode-ii-tahun-akademik-2025-2026-luluskan-534-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 13:57:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Metro]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jurai Siwo Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jusila]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda]]></category>
		<category><![CDATA[#wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18676</guid>

					<description><![CDATA[<p>Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Gedung Academic Center (GAC) Kampus II UIN Jusila, Sabtu, (04/04/2026).‎ ‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jusila Ida Umami, Ketua Senat Mukhtar Hadi beserta anggotanya, serta para dekan di lingkungan kampus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/uin-jusila-gelar-sidang-senat-terbuka-wisuda-periode-ii-tahun-akademik-2025-2026-luluskan-534-mahasiswa/">UIN Jusila Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Luluskan 524 Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) Tahun Akademik 2025/2026. Bertempat di Gedung Academic Center (GAC) Kampus II UIN Jusila, Sabtu, (04/04/2026).‎</p>



<p>‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jusila Ida Umami, Ketua Senat Mukhtar Hadi beserta anggotanya, serta para dekan di lingkungan kampus bersama jajaran masing-masing. Selain itu, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Muhammad Alhusnuriski, juga turut menghadiri acara tersebut.</p>



<p>‎Selain, hadir pula tamu undangan lain, diantaranya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Metro, DPRD Lampung Timur, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Lampung, Kemenag Kota Metro, Kemenag Lampung Timur, Kemenag Lampung Tengah, Kemenag Kota Metro, Kemenag Lampung Timur, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkup Lampung.</p>



<p>‎<strong>Penghargaan Bagi Para Wisudawan</strong></p>



<p>‎Tersemat beberapa predikat untuk para wisudawan. Wisudawati terbaik Program Pascasarjana diraih oleh Laily Ayuning Tyas, Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79.</p>



<p>‎‎Selanjutnya, wisudawati terbaik pertama Program Sarjana diraih oleh Anisa Mayzar dari Prodi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) dengan IPK 3, 99. Peringkat kedua diraih oleh Dewi Ratna Wati, Prodi TIPS dengan IPK 3, 99, dan peringkat ketiga diraih oleh Bibit Suranti, Prodi TIPS dengan IPK 3, 97. Adapun predikat wisudawati tercepat diraih oleh Anisa Mayzar, Prodi TIPS dengan masa studi tiga tahun dua bulan 24 hari.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-3 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" data-id="18679" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-1024x683.webp" alt="" class="wp-image-18679" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-1024x683.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-300x200.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-768x512.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-1536x1025.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-2048x1367.webp 2048w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/DSC_0846-1.JPG-wisuda-550x367.webp 550w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>‎<strong>UIN Jusila Siap Buka Prodi Baru Lagi</strong></p>



<p>Rektor UIN Jusila Ida Umami, menekankan bahwa ijazah pada wisuda kali ini sudah dapat langsung dibagikan karena akreditasi universitas telah terbit. &#8220;IAIN Metro ijazahnya akan berbunyi UIN Jurai Siwo Lampung. Kementerian Agama telah menetapkan tanggal 21 Maret 2026,&#8221; tekannya.</p>



<p>‎Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dengan perubahan kelembagaan dari IAIN menjadi&nbsp;UIN, kampus akan membuka lebih banyak program studi baru. &#8220;Saat ini sedang diajukan dalam taraf penilaian, yaitu Teknik Informatika dan S3 Bahasa Arab,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Pesan Perwakilan Gubernur Lampung</strong></p>



<p>‎Sementara itu, Perwakilan Gubernur Lampung Muhammad Alhusnuriski, menyampaikan pesannya pada para lulusan. Ia menuturkan jika gelaran wisuda ini merupakan bukti akhir dari sebuah fase penting dalam pendidikan. Toga yang dikenakan adalah saksi dari setiap sikap disiplin, ketekunan, dan daya tahan dalam proses panjang yang tidak mudah.</p>



<p>“Keberhasilan hari ini tidak lahir dari perjalanan yang ringan. Ada kerja keras yang konsisten dan pengorbanan yang tulus,” tuturnya.</p>



<p>‎Ia juga memberikan harapan agar para lulusan dapat mengembangkan ilmu yang dimiliki agar berdampak nyata bagi bangsa dan negara. &#8220;Wisudawan dan wisudawati merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan arah masa depan,&#8221; jelasnya.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-4 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="18680" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-18680" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-1024x768.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-300x225.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-768x576.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-1536x1152.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260404_202902.jpg-wisuda-2048x1536.webp 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p><strong>Selayang Pandang Para Lulusan</strong></p>



<p>‎‎‎Salah satu wisudawati dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI&#8217;22) Tri Hanif Nafiah, menyampaikan perasaannya. Ia merasa sangat bahagia telah berhasil diwisuda setelah lama menjalani proses perkuliahan.</p>



<p>&#8220;Lebih mengharukan karena ini benar-benar proses perjuangan dari awal perkuliahan sampai di titik ini. Kemudian terima kasih kepada seluruh pihak yang <em>mensupport</em>,” tuturnya.</p>



<p>‎Hanif juga berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa semangat dalam menjalankan masa akademik, &#8220;Semangat, walaupun perjuangan itu pahit dan se-susah itu, harus diselesaikan dengan baik,&#8221; ujarnya.</p>



<p>‎Ia juga memberikan harapan agar setelah wisuda mendapatkan kemudahan di setiap pekerjaan, &#8220;Mudah-mudahan menjadi pribadi yang lebih baik, sukses, dan lancar semuanya,&#8221; harapnya.</p>



<p>‎Wisudawati lainnya, Septika Anggraini dari Prodi Tadris Biologi (TBIO&#8217;22), turut menyampaikan perasaannya. Ia terharu sekaligus bangga mampu menyelesaikan proses perkuliahan.</p>



<p>&#8220;Saya merasa terharu sekaligus bangga dan juga lega akhirnya setelah 3, 4 tahun saya berjuang akhirnya selesai,&#8221; tuturnya.</p>



<p>‎Septika juga berpesan kepada mahasiswa supaya senantiasa semangat menjalankan masa perkuliahan, &#8220;Semangat, kalian tidak harus terus-menerus mengerjakan. Kalian boleh kalau lelah itu istirahat, nanti dilanjutkan lagi, tetapi jangan berhenti,&#8221; ujarnya.</p>



<p>‎Ia juga memberikan harapan, khususnya untuk Prodi Tadris Biologi supaya ijazah segera diserahkan kepada mahasiswa. &#8220;Saya berharap terkhusus Progam Studi Tadris Biologi supaya ijazahnya segera dikeluarkan,&#8221; harapnya.</p>



<p>Reporter: Rian/Rafi</p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/uin-jusila-gelar-sidang-senat-terbuka-wisuda-periode-ii-tahun-akademik-2025-2026-luluskan-534-mahasiswa/">UIN Jusila Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026, Luluskan 524 Mahasiswa</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/uin-jusila-gelar-sidang-senat-terbuka-wisuda-periode-ii-tahun-akademik-2025-2026-luluskan-534-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akhiri Masa Vakum, Fakultas Syariah Resmi Lantik Pengurus Ormawa 2025/2026</title>
		<link>https://kronika.id/akhiri-masa-vakum-fakultas-syariah-resmi-lantik-pengurus-ormawa-2025-2026/</link>
					<comments>https://kronika.id/akhiri-masa-vakum-fakultas-syariah-resmi-lantik-pengurus-ormawa-2025-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 15:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Ceremony]]></category>
		<category><![CDATA[FaSya]]></category>
		<category><![CDATA[Ormawa]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[semadema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melaksanakan pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2025/2026, bertempat di Gedung Umar bin Khatta, Lantai I, Kampus II, UIN Jusila pada Rabu (01/04/2026). ‎‎Turut hadir Wakil Rektor III Aria Septi Anggaira, Dekan FaSya Husnul Fatarib, Wakil Dekan (Wadek) I Firmansyah, Wadek III Sainul, jajaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/akhiri-masa-vakum-fakultas-syariah-resmi-lantik-pengurus-ormawa-2025-2026/">Akhiri Masa Vakum, Fakultas Syariah Resmi Lantik Pengurus Ormawa 2025/2026</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-yoast-seo-estimated-reading-time yoast-reading-time__wrapper"><span class="yoast-reading-time__icon"><svg aria-hidden="true" focusable="false" data-icon="clock" width="20" height="20" fill="none" stroke="currentColor" style="display:inline-block;vertical-align:-0.1em" role="img" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" viewBox="0 0 24 24"><path stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" stroke-width="2" d="M12 8v4l3 3m6-3a9 9 0 11-18 0 9 9 0 0118 0z"></path></svg></span><span class="yoast-reading-time__spacer" style="display:inline-block;width:1em"></span><span class="yoast-reading-time__descriptive-text">Estimated reading time: </span><span class="yoast-reading-time__reading-time">4</span><span class="yoast-reading-time__time-unit"> menit</span></p>



<p>Fakultas Syariah (FaSya) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melaksanakan pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2025/2026, bertempat di Gedung Umar bin Khatta, Lantai I, Kampus II, UIN Jusila pada Rabu (01/04/2026).</p>



<p>‎‎Turut hadir Wakil Rektor III Aria Septi Anggaira, Dekan FaSya Husnul Fatarib, Wakil Dekan (Wadek) I Firmansyah, Wadek III Sainul, jajaran Dosen Fasya dan tamu undangan lainnya, serta 52 calon pengurus Ormawa FaSya.</p>



<p>‎‎Aria Septi Anggaira dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan pengurus Ormawa bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal dari perjalanan panjang kepemimpinan mahasiswa.</p>



<p>“Tentunya ini merupakan awal dari perjuangan adik-adik semua yang nantinya akan menentukan wajah dari Fakultas Syariah ke depan,” ujarnya.</p>



<p>‎‎Ia menyampaikan bahwa pimpinan UIN Jusila menaruh harapan besar terhadap para pengurus baru yang dilantik. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah secara optimal serta meningkatkan kualitas organisasi yang berada di bawah naungan mereka.</p>



<p>“Harapan dari pimpinan sangat besar kepada adik-adik sekalian, dimana nanti dalam melaksanakan amanah yang diberikan, adik-adik bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas dari organisasi yang menaungi adik-adik semua,” ungkapnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-default"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-18672" style="aspect-ratio:1.3333333333333333;object-fit:cover" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-1024x576.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-300x169.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-768x432.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-1536x864.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260401_143834.jpg-2048x1152.webp 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>‎‎‎‎Ia menambahkan bahwa kegiatan Ormawa FaSya ke depan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi diri mahasiswa, tetapi juga bagi program studi, fakultas, universitas, hingga masyarakat sekitar.</p>



<p>‎Sementara itu, ‎Sainul menjelaskan bahwa mekanisme penjaringan calon pengurus Ormawa FaSya dilakukan melalui jalur musyawarah mufakat. Langkah ini diambil sebagai solusi atas kondisi kevakuman kepengurusan yang telah berlangsung cukup lama, sehingga waktu yang tersedia dinilai tidak memungkinkan untuk menggelar proses pemilihan seperti biasanya. Proses musyawarah tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, pimpinan program studi, hingga tokoh-tokoh mahasiswa.‎</p>



<p>‎“Karena memang sudah lama vakum, maka untuk mempersingkat, memang waktu sudah jauh berjalan, akhirnya kita adakan musyawarah untuk mufakat, baik itu dari unsur mahasiswa, ada unsur pimpinan program studi, maupun tokoh-tokoh mahasiswa. Jadi, hasil dari musyawarah mufakat,” ujarnya.</p>



<p>‎‎Ia juga menegaskan bahwa tidak dilaksanakannya pemilihan umum bukan tanpa pertimbangan. Dalam situasi organisasi yang vakum, menurutnya, tidak ada perangkat yang dapat menjalankan fungsi sebagai penyelenggara pemilu mahasiswa.</p>



<p>“Tidak, karena memang sudah lama vakum, kalau itu kita paksakan siapa yang menjadi penyelenggaranya? Kan tidak ada, akhirnya itu yang menjadi langkah kami,” ungkapnya.</p>



<p>‎‎Ia juga menilai keberadaan ormawa secara umum menjadi bagian penting dalam struktur kelembagaan fakultas sekaligus sebagai representasi mahasiswa dalam berbagai aktivitas kampus.</p>



<p>“Dengan terbentuknya ini, maka adik-adik mahasiswa yang jadi pengurus akan menjadi kelengkapan dari kelembagaan, akan menjadi salah satu dari kelembagaan ini, dan menjadi duta-duta berbagai macam aktivitas kegiatan di kampus kita, untuk menjadikan kampus kita ini lebih baik di kemudian hari,” tuturnya.</p>



<p>‎‎Ketua Umum Dewan Mahasiswa (DEMA) FaSya terpilih, Bhayu Samudro Al-Ghani (HTN’23), menilai pelantikan tersebut sebagai gerbang menuju kebangkitan, mengingat Ormawa FaSya sempat vakum beberapa tahun silam.‎</p>



<p>‎“Kita mengambil sikap di tahun-tahun yang lalu itu belum ada Ormawa (FaSya, red.) yang berjalan. Artinya, di sini adalah langkah pertama Fakultas Syariah untuk lebih maju ke depannya,” tegasnya. ‎</p>



<p>‎Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya mahasiswa FaSya yang memiliki kredibilitas serta mampu bersaing secara sehat dengan kompetensi yang terus berkembang.</p>



<p>‎“Semoga dapat mendorong mahasiswa Fakultas Syariah menjadi lebih berintegritas, aktif, dan kompetitif,” harapnya.</p>



<p>‎Peserta lain yang hadir, Achsani Taqwim Jiddan Al-Ustadzi (HKI’24), menilai kegiatan tersebut berjalan dengan sangat baik, meskipun waktu persiapan relatif sempit. Seluruh rangkaian acara tetap dapat terlaksana secara optimal.</p>



<p>“Cukup baik, bahkan bisa dikatakan sangat baik, mengingat waktu yang terbatas dan bertepatan dengan kegiatan perkuliahan, apalagi ini setelah Lebaran,” terangnya.</p>



<p>Ia juga menaruh harapan besar agar program yang telah dirancang dapat berjalan secara konsisten selama satu tahun ke depan. Mengingat peran yang diemban merupakan bentuk kepercayaan, seluruh pihak diharapkan mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan maksimal.</p>



<p>“Saya berharap program ini dapat terus berjalan selama satu tahun ke depan, mengingat kita adalah pihak yang dipercayakan sebagai anggota sekaligus saya sebagai koordinator,” harapnya.</p>



<p>‎Harapnya serupa disampaikan Leny Cahya Ningsih (HES’23). Ia mengharapkan agar kepengurusan ormawa terpilih ke depan mampu memberikan dampak positif bagi organisasi. “Harapannya, semoga ke depannya dapat membawa dampak yang lebih baik untuk ormawa,” ujarnya.</p>



<p>Reporter: Munir/Habibila</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/akhiri-masa-vakum-fakultas-syariah-resmi-lantik-pengurus-ormawa-2025-2026/">Akhiri Masa Vakum, Fakultas Syariah Resmi Lantik Pengurus Ormawa 2025/2026</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/akhiri-masa-vakum-fakultas-syariah-resmi-lantik-pengurus-ormawa-2025-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor Award UIN Jusila 2026, Momentum Baru Apresiasi Kampus Hingga Kemitraan</title>
		<link>https://kronika.id/rektor-award-uin-jusila-2026-momentum-baru-apresiasi-kampus-hingga-kemitraan/</link>
					<comments>https://kronika.id/rektor-award-uin-jusila-2026-momentum-baru-apresiasi-kampus-hingga-kemitraan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 13:27:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jurai Siwo Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jusila]]></category>
		<category><![CDATA[#Award]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18666</guid>

					<description><![CDATA[<p>Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melangsungkan kegiatan Rektor Award Anugerah Civitas Academica Tahun 2026 sebagai ajang penghargaan perdana sejak alih status dari institut menjadi universitas. Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan apresiasi kepada civitas academica dan mitra strategis kampus, berlangsung di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Selasa (31/03/2026).‎‎Acara tersebut dihadiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/rektor-award-uin-jusila-2026-momentum-baru-apresiasi-kampus-hingga-kemitraan/">Rektor Award UIN Jusila 2026, Momentum Baru Apresiasi Kampus Hingga Kemitraan</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p>Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung (Jusila) melangsungkan kegiatan Rektor Award Anugerah Civitas Academica Tahun 2026 sebagai ajang penghargaan perdana sejak alih status dari institut menjadi universitas. Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan apresiasi kepada civitas academica dan mitra strategis kampus, berlangsung di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Selasa (31/03/2026).<br>‎<br>‎Acara tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Jusila Ida Umami, Wakil Rektor (Warek) I Dedi Irwansyah, Warek II Yudianto, Warek III Aria Septi Anggaira, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (Kabiro AUAK) Win Hartan, Ketua Senat Mukhtar Hadi, jajaran Dekan dan unsur terkait, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta mahasiswa sebagai bagian dari civitas academica di lingkungan UIN Jusila.<br>‎<br>‎Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder eksternal, di antaranya perwakilan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK), instansi seperti kejaksaan dan kepolisian, serta mitra dari sektor perbankan dan media yang selama ini berkolaborasi dalam mendukung pengembangan kampus.<br>‎<br>‎Pada ajang Rektor Award tersebut, penghargaan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi, tetapi juga kepada dosen, tenaga pendidik, serta program studi (prodi) dengan akreditasi terbaik. Selain itu, beberapa UKM/UKK turut memperoleh penghargaan atas kontribusi dan pencapaiannya. Apresiasi juga diberikan kepada stakeholder dan mitra yang telah berperan dalam mendukung pengembangan kampus. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 83 kategori nominasi dalam ajang penghargaan tersebut.<br>‎<br>‎Ida Umami dalam sambutan menyampaikan bahwa pelaksanaan Rektor Award tahun ini menjadi langkah awal dalam memberikan apresiasi yang lebih luas kepada seluruh elemen kampus, tidak hanya berfokus pada mahasiswa berprestasi, tetapi juga kepada pihak lain yang turut berkontribusi.<br>‎<br>‎&#8221;Rektor Award UIN Jusila kali ini memberikan penghargaan tidak hanya kepada mahasiswa, tetapi juga kepada para dosen, tendik, mitra, serta pihak-pihak yang berjasa dalam pengabdian kepada masyarakat. Kami juga ingin menyampaikan bahwa penghargaan ini belum mencakup seluruh aspek. Ke depan, Rektor Award semoga dapat menjangkau lebih luas lagi,&#8221; ujarnya.<br>‎<br>‎Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni, seperti tari tradisional, pembacaan puisi, serta persembahan lagu yang dibawakan oleh UKM Ikatan Mahasiswa Pencinta Seni (IMPAS). Selain itu, perwakilan dari beberapa prodi turut menampilkan kreativitas terbaik mereka.</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-5 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" data-id="18668" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-18668" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-1024x768.webp 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-300x225.webp 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-768x576.webp 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-1536x1152.webp 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/2-2048x1536.webp 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>Kabiro AUAK Win Hartan selaku Ketua Panitia acara menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah inisiasi langsung dari pimpinan universitas sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh civitas academica dan stakeholder. &#8220;Insyaallah ke depan akan lebih semarak dan terus berlanjut sebagai estafet kepemimpinan,&#8221; ujarnya.<br>‎<br>‎Ia juga menjelaskan dalam proses penilaian, penerima penghargaan ditentukan melalui berbagai indikator objektif. Untuk dosen, penilaian didasarkan pada capaian akademik seperti publikasi di jurnal. “Penilaian akademik tidak bisa dimanipulasi karena semua berbasis data publikasi dan kinerja nyata,” tambahnya.<br>‎<br>‎Win Hartan juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pilot project untuk mendorong semangat kompetisi positif di lingkungan kampus. “Rektor Award ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi civitas academica agar terus berprestasi, serta memperkuat kolaborasi dengan stakeholder menuju UIN Jusila yang berorientasi internasional,” harapnya.<br>‎<br>‎Salah satu mahasiswa penerima penghargaan Rio Wijaya (HTN&#8217;25), menyampaikan tanggapannya. Ia merasa senang dan terhormat dapat menghadiri acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut, ia menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi.<br>‎<br>‎“Terima kasih, terutama kepada teman-teman dan rekan-rekan semua. Terima kasih juga kepada UIN Jurai Siwo Lampung yang telah berkenan mengundang saya dalam acara Rektor Award 2026,” ujarnya.<br>‎<br>‎Dalam penutupnya, Rio juga memberikan motivasi kepada mahasiswa lainnya. “Untuk teman-teman semua, semoga segera menyusul. Terutama untuk mahasiswa angkatan 2025, khususnya Prodi Hukum Tata Negara,” tambahnya.<br>‎<br>‎Tanggapan positif juga datang dari salah satu mahasiswa peserta pentas dari UKM IMPAS Laela Destiawati. Ia mengungkapkan harapannya terhadap keberlanjutan acara tersebut di masa mendatang. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjadi wadah ekspresi bagi mahasiswa.<br>‎<br>‎“Harapannya untuk ke depan, semoga tahun depan acara ini masih bisa diadakan lagi. Karena &#8216;kan ini untuk pertama kalinya setelah kampus berubah menjadi UIN,” ujarnya.</p>



<p>Reporter: Habibila</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/rektor-award-uin-jusila-2026-momentum-baru-apresiasi-kampus-hingga-kemitraan/">Rektor Award UIN Jusila 2026, Momentum Baru Apresiasi Kampus Hingga Kemitraan</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/rektor-award-uin-jusila-2026-momentum-baru-apresiasi-kampus-hingga-kemitraan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Implementasi KIP Kuliah</title>
		<link>https://kronika.id/krisis-implementasi-kip-kuliah/</link>
					<comments>https://kronika.id/krisis-implementasi-kip-kuliah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 14:39:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kipk]]></category>
		<category><![CDATA[opini mahasiswa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18631</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak pantas disebut gagal total. Program ini sudah menjangkau lebih dari 900 ribu mahasiswa sejak 2020, dan pada 2025 pemerintah menyebut penyalurannya mencapai 1.040.192 mahasiswa. Itu berarti KIP memang menjadi salah satu pintu paling nyata bagi anak keluarga miskin untuk masuk kampus. Karena itu, kritik harus dimulai dengan kejujuran, bahwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/krisis-implementasi-kip-kuliah/">Krisis Implementasi KIP Kuliah</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tidak pantas disebut gagal total. Program ini sudah menjangkau lebih dari 900 ribu mahasiswa sejak 2020, dan pada 2025 pemerintah menyebut penyalurannya mencapai 1.040.192 mahasiswa. Itu berarti KIP memang menjadi salah satu pintu paling nyata bagi anak keluarga miskin untuk masuk kampus. Karena itu, kritik harus dimulai dengan kejujuran, bahwa masalah utamanya bukan pada niat program, melainkan pada pelaksanaannya yang masih bolong di banyak sisi.</p>
<p>Lubang paling besar ada pada ketepatan sasaran. Setelah publik menyoroti soal penerima KIP yang dianggap hidup terlalu mapan, Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) sampai membuka fitur cek penerima program ini agar masyarakat bisa ikut mengawasi. DPR juga menyatakan bahwa kampus dan pemerintah seharusnya meninjau ulang penerima KIP setiap tahun karena kondisi ekonomi bisa berubah. Artinya, negara sendiri seperti mengakui bahwa verifikasi KIP masih terlalu lemah, terlalu tertutup, dan terlalu lambat membaca kenyataan di lapangan.</p>
<p>Di kampus tertentu, seperti Universitas Islam Negeri (UIN), penerima KIP bahkan masuk ke pola pembinaan yang ketat. Penerima KIP diwajibkan tinggal di asrama selama satu tahun pertama dan aktif dalam kegiatan nonakademik setiap pekan. Model seperti ini bisa dibaca sebagai niat baik kampus untuk lebih dari sekadar &#8216;membiayai&#8217;, tetapi juga membina. Namun, pembinaan akan kehilangan makna kalau <em>mondok</em> cuma menghasilkan kepatuhan, bukan pertumbuhan, dan kalau mahasiswa lebih sibuk menyesuaikan diri dengan aturan daripada dibantu membangun daya saing.</p>
<p>Di titik itulah wadah seperti Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi/KIP Kuliah (IKABIM) diperkuat. Kalau kegiatannya sedikit, seremonial, atau hanya ramai saat penyambutan dan urusan administrasi, maka organisasi itu gagal menjadi jembatan antara bantuan negara dan kualitas mahasiswa. Padahal, mahasiswa memang didorong aktif dan berprestasi, tetapi dorongan itu tidak semestinya berubah menjadi paksaan untuk mengejar prestasi pada level tertentu. Kampus boleh membuat kebijakan, tetapi kalau isi pembinaannya tipis, yang lahir hanya budaya hadir bukan budaya tumbuh.</p>
<p>Setuju saja jika mahasiswa penerima KIP tidak seharusnya hanya hadir sebagai penerima pasif. Ada kewajiban untuk berkontribusi, aktif, dan melaporkan prestasi akademik per-semester. Namun, kewajiban itu harus dibalas dengan kualitas pembinaan yang sepadan. Kalau negara sudah memberi biaya dan mahasiswa diminta memberi tanggung jawab, kampus juga wajib memberi lebih dalam bentuk mentoring akademik, pelatihan kepemimpinan, pengabdian yang terstruktur, literasi keuangan, dan pendampingan karier. Tanpa itu, tuntutan kepada penerima KIP hanya terdengar seperti tuntutan agar mereka terus berterima kasih.</p>
<p>Spekulasi bahwa sebagian penerima KIP takut bersuara memang tidak mudah diukur, tetapi ia masuk akal secara psikologis. Status penerima bisa dibatalkan dan evaluasinya dilakukan setiap semester. Di lapangan juga ada kasus nyata ketika kampus mencabut KIP seorang mahasiswi setelah dinilai melanggar etik. Tidak menyamakan kritik dengan pelanggaran, tetapi relasi kuasanya jelas timpang. Ketika bantuan menentukan kelangsungan kuliah, sementara kampus memegang kuasa evaluasi dan pembatalan, keluhan tentang asrama, pencairan, atau mutu pembinaan sangat mungkin tertahan karena takut dibaca sebagai pembangkangan. Ini adalah inferensi saya dari aturan dan praktik yang ada.</p>
<p>Masalah lain yang sama seriusnya adalah birokrasi. Laman resmi KIP Kuliah menjelaskan pencairan harus melewati usulan kampus, verifikasi data, penetapan Surat Keputusan<strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true"> (</strong>SK), Surat Permintaan Pembayaran<strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true"> (</strong>SPP), Surat Perintah Membayar<strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true"> (</strong>SPM), Surat Perintah Pencairan Dana<strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb="" data-complete="true"> (</strong>SP2D), lalu bank penyalur. Detikcom mencatat keterlambatan pencairan sering dipicu data pada laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi<strong class="Yjhzub" data-sfc-root="c" data-sfc-cb=""> (</strong>PDDikti) yang tidak sinkron, administrasi di suatu program studi bermasalah, perubahan status kampus, hingga NIK yang tidak valid. <br /><br />Lebih parah lagi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI Wilayah IV pada 2025 mengungkap temuan penyimpangan di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Mulai dari usulan penerima KIP yang tidak aktif, pungutan tambahan, pemotongan biaya hidup, sampai kampus yang menyimpan buku rekening dan ATM mahasiswa. Jadi, kegagalan KIP juga soal tata kelola kampus yang berantakan dan pengawasan negara yang masih bocor.</p>
<p>Maka, programnya penting, tetapi pelaksanaannya belum dewasa. Ia berhasil membuka pintu, tetapi belum selalu berhasil memastikan siapa yang masuk, bagaimana mereka dibina, dan apakah mereka punya ruang aman untuk tumbuh serta bersuara. Selama <em>mondok</em> setahun, organisasi internal dan tuntutan moral tidak disertai pembinaan yang serius, transparansi yang kuat, dan keberanian kampus menerima kritik dari penerimanya sendiri. KIP hanya akan tampak mulia di dokumen dan terasa rapuh di pengalaman mahasiswa. Negara sudah membayar aksesnya. Kampus jangan merasa cukup hanya dengan mengatur hidup penerimanya.</p>
<p>Penulis: Robi Nurhadi</p>
<p>Sumber Gambar: ung.ac.id</p>
<h4>Sumber Referensi:</h4>
<ul>
<li><strong>Beasiswa KIP-K Disalurkan ke 1 Juta Mahasiswa di Tahun 2025</strong> &#8211; <a href="https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/zNAR1Zwb-beasiswa-kip-k-disalurkan-ke-1-juta-mahasiswa-di-tahun-2025">https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/zNAR1Zwb-beasiswa-kip-k-disalurkan-ke-1-juta-mahasiswa-di-tahun-2025</a></li>
<li><strong>Cegah Kasus Tak Tepat Sasaran, Nama Penerima KIP Kuliah Kini Bisa Dicek Publik</strong> &#8211; <a href="https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-7385719/cegah-kasus-tak-tepat-sasaran-nama-penerima-kip-kuliah-kini-bisa-dicek-publik">https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-7385719/cegah-kasus-tak-tepat-sasaran-nama-penerima-kip-kuliah-kini-bisa-dicek-publik</a></li>
<li><strong>Dede Yusuf: Penyaluran KIP Kuliah Perlu Pembaruan Verifikasi untuk Hindari Salah Sasaran</strong> &#8211; <a href="https://emedia.dpr.go.id/202405/06/dede-yusuf-penyaluran-kip-kuliah-perlu-pembaruan-verifikasi-untuk-hindari-salah-sasaran/">https://emedia.dpr.go.id/202405/06/dede-yusuf-penyaluran-kip-kuliah-perlu-pembaruan-verifikasi-untuk-hindari-salah-sasaran/</a></li>
<li><strong>Mahasiswa KIP Kuliah Unsultra Wajib Ikuti Kegiatan Nonakademik</strong> &#8211; <a href="https://kendaripos.fajar.co.id/2024/07/04/mahasiswa-kip-kuliah-unsultra-wajib-ikuti-kegiatan-nonakademik/">https://kendaripos.fajar.co.id/2024/07/04/mahasiswa-kip-kuliah-unsultra-wajib-ikuti-kegiatan-nonakademik/</a></li>
<li><strong>Beasiswa KIP-K Mahasiswi UNS Dicabut Buntut Viral Party di Klub Malam</strong> &#8211; <a href="https://news.detik.com/berita/d-8182444/beasiswa-kip-k-mahasiswi-uns-dicabut-buntut-viral-party-di-klub-malam">https://news.detik.com/berita/d-8182444/beasiswa-kip-k-mahasiswi-uns-dicabut-buntut-viral-party-di-klub-malam</a></li>
<li><strong>Tata Kelola Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliahdi Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV</strong> &#8211; https://lldikti4.kemdiktisaintek.go.id/wp-content/uploads/2025/03/Surat-Edaran-Maret-Tata-Kelola-KIP-Kuliah-2025.pdf</li>
<li><strong>Ini Deretan Sebab KIP Kuliah Tak Kunjung Cair, Kampus Hati-hati!</strong> &#8211; <a href="https://www.detik.com/edu/beasiswa/d-7230557/ini-deretan-sebab-kip-kuliah-tak-kunjung-cair-kampus-hati-hati">https://www.detik.com/edu/beasiswa/d-7230557/ini-deretan-sebab-kip-kuliah-tak-kunjung-cair-kampus-hati-hati</a></li>
</ul>


<p></p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/krisis-implementasi-kip-kuliah/">Krisis Implementasi KIP Kuliah</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/krisis-implementasi-kip-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Generasi &#8216;Skip&#8217;: Mengapa Kita Malas Membaca, tetapi Mahir Berkomentar?</title>
		<link>https://kronika.id/generasi-skip-mengapa-kita-malas-membaca-tetapi-mahir-berkomentar/</link>
					<comments>https://kronika.id/generasi-skip-mengapa-kita-malas-membaca-tetapi-mahir-berkomentar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 13:15:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Info Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[#malasmembaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di era media sosial, informasi datang begitu cepat dan mudah. Setiap hari kita selalu disuguhi berbagai berita, potongan video, serta opini tentang berbagai isu ataupun konflik hanya dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan itu, masalah muncul ketika banyak orang berkomentar tanpa membaca informasi secara utuh. Judul dibaca sekilas, isi dilewati, tetapi opini sudah terlebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/generasi-skip-mengapa-kita-malas-membaca-tetapi-mahir-berkomentar/">Generasi &#8216;Skip&#8217;: Mengapa Kita Malas Membaca, tetapi Mahir Berkomentar?</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di era media sosial, informasi datang begitu cepat dan mudah. Setiap hari kita selalu disuguhi berbagai berita, potongan video, serta opini tentang berbagai isu ataupun konflik hanya dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan itu, masalah muncul ketika banyak orang berkomentar tanpa membaca informasi secara utuh. Judul dibaca sekilas, isi dilewati, tetapi opini sudah terlebih dahulu dibagikan. Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah kemudahan akses informasi yang kita terima, justru muncul tantangan baru dalam budaya literasi, dengan lahirnya generasi yang terbiasa <em>“skip”</em> membaca, tetapi sangat aktif dalam berkomentar.</p>



<p>Fenomena ini tidak&nbsp;muncul&nbsp;secara&nbsp;tiba-tiba,&nbsp;melainkan tumbuh&nbsp;melalui&nbsp;kemajuan&nbsp;teknologi digital yang sangat pesat, khususnya di berbagai platform media sosial yang menampilkan informasi secara cepat dan terus-menerus. Kondisi ini melibatkan hampir semua pengguna internet, terutama generasi muda yang merupakan kelompok paling aktif dalam mengonsumsi konten digital. Kebiasaan ini makin terlihat kuat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya pengguna media sosial dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Salah satu faktornya adalah cara kerja algoritma media sosial yang lebih memprioritaskan konten singkat, menarik, dan mudah viral, dibandingkan dengan tulisan panjang yang butuh waktu untuk dipahami. Akibatnya, banyak pengguna menjadi terbiasa membaca secara sekilas, bahkan hanya melihat judul sebelum berpindah ke konten lainnya. Kondisi ini juga didukung oleh cara kerja media sosial yang dirancang untuk membuat pengguna terus menggulir layar tanpa henti.</p>



<p>Dalam situasi seperti ini, cara seseorang membaca informasi tidak selalu sama. Ada sebagian dari kita hanya membaca sekilas untuk menangkap gambaran umum, ada pula yang membaca secara cepat untuk menemukan informasi tertentu, ada pula yang membaca secara mendalam untuk memahami isi secara utuh.</p>



<p>Namun, dalam situasi seperti ini, membaca secara mendalam sering kali menguras energi, sehingga orang lebih memilih mendapatkan informasi secara cepat meskipun pemahaman mereka terbatas. Tanpa disadari, kebiasaan ini mengubah cara masyarakat dalam memahami informasi dari proses memahami menjadi&nbsp;hanya&nbsp;melihat dan&nbsp;bereaksi.</p>



<p>Survei yang dikutip dari UNESCO menyebutkan bahwa minat baca di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan aktivitas konsumsi media digital. Selain itu, laporan <em>We Are Social</em> pada tahun 2023 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan lebih dari 3 jam per hari di media sosial, yang sebagian besar digunakan untuk melihat konten singkat, bukan membaca secara mendalam. Kondisi ini memperlihatkan adanya ketimpangan antara akses informasi yang tinggi dan rendahnya pemahaman.</p>



<p>Dampaknya dapat terlihat ketika sebuah berita menjadi viral hanya karena judul yang provokatif. Banyak orang langsung membagikan atau mengomentari tanpa membaca isinya. Akibatnya, diskusi di ruang digital sering dipenuhi kesalahpahaman. Situasi ini menjadi lebih beresiko ketika berhubungan dengan isu sensitif seperti konflik sosial, politik, atau agama. Potongan video pendek tanpa konteks yang jelas dapat memicu perdebatan panjang, padahal informasi yang beredar belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya.</p>



<p>Kecenderungan berkomentar tanpa membaca secara utuh ini tidak hanya terjadi di ruang digital secara umum, tetapi juga mulai terlihat dalam lingkungan yang seharusnya dekat dengan budaya membaca dan berpikir kritis, yaitu di kalangan mahasiswa. Kondisi ini juga tampak ketika sebuah isu akademik atau sosial dibagikan melalui media sosial kampus. Banyak mahasiswa langsung memberikan komentar atau membagikan ulang informasi tersebut hanya berdasarkan judul atau potongan gambar saja, tanpa membacanya terlebih dahulu yang menjadi sumbernya.</p>



<p>Dalam beberapa diskusi daring, tidak jarang muncul perdebatan panjang yang sebenarnya berangkat dari kesalahpahaman karena sebagian peserta diskusi belum membaca isi tulisan secara lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan akses informasi tidak selalu diikuti dengan kebiasaan membaca secara mendalam, bahkan di lingkungan yang seharusnya menjunjung tinggi budaya akademik.</p>



<p>Jika kebiasaan ini terus berlangsung, maka paradigma diskusi di kalangan mahasiswa berisiko bergeser dari yang seharusnya berbasis pada pemahaman dan argumentasi ilmiah menjadi sekadar tanggapan cepat tanpa dasar pembacaan yang utuh.</p>



<p>Jika kebiasan <em>“skip”</em> membaca terus dibiarkan, maka ruang digital berpotensi dipenuhi opini dangkal dan menyebabkan perdebatan yang tidak produktif. Informasi yang seharusnya memperluas wawasan justru berubah menjadi kesalahpahaman. Karena itu, penguatan literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Literasi digital tidak hanya berarti mampu menggunakan teknologi, tetapi juga mampu membaca informasi secara utuh, memeriksa&nbsp; sumber, dan memahami konteks sebelum memberi tanggapan.</p>



<p>Pada akhirnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya menghapus kebiasaan membaca kita secara utuh. Kemudahan akses informasi justru menuntut kemampuan literasi yang lebih baik. Membaca secara cermat, memahami konteks, dan berpikir sebelum berkomentar merupakan tanggung jawab kita sebagai pengguna ruang digital. Fenomena “Generasi <em>Skip”</em> mengingatkan bahwa kecepatan tidak selalu sejalan dengan pemahaman. Oleh karena itu, menghidupkan kembali budaya membaca sangat penting agar literasi tidak hanya sebatas mengakses informasi, tetapi juga memahaminya secara kritis dan bijak.</p>



<p>Penulis: Rara Khoirun Nisa</p>



<p>Sumber Gambar: freepik.com</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/generasi-skip-mengapa-kita-malas-membaca-tetapi-mahir-berkomentar/">Generasi &#8216;Skip&#8217;: Mengapa Kita Malas Membaca, tetapi Mahir Berkomentar?</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/generasi-skip-mengapa-kita-malas-membaca-tetapi-mahir-berkomentar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKK Menwa Bangkit dari Masa Vakum, Sertijab Tekankan Penguatan Komunikasi</title>
		<link>https://kronika.id/ukk-menwa-bangkit-dari-masa-vakum-sertijab-tekankan-penguatan-komunikasi/</link>
					<comments>https://kronika.id/ukk-menwa-bangkit-dari-masa-vakum-sertijab-tekankan-penguatan-komunikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Kronika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 15:34:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UKK]]></category>
		<category><![CDATA[#sertijab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kronika.id/?p=18596</guid>

					<description><![CDATA[<p>Unit Kegiatan Khusus (UKK) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 205 Gagak Wulung Metro, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung&#160; (Jusila), menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab). Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Semangat Baru dalam Estafet Kepemimpinan dan Silaturahmi”, bertempat di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Sabtu (14/03/2026). ‎‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/ukk-menwa-bangkit-dari-masa-vakum-sertijab-tekankan-penguatan-komunikasi/">UKK Menwa Bangkit dari Masa Vakum, Sertijab Tekankan Penguatan Komunikasi</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Unit Kegiatan Khusus (UKK) Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 205 Gagak Wulung Metro, Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung&nbsp; (Jusila), menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab). Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Semangat Baru dalam Estafet Kepemimpinan dan Silaturahmi”, bertempat di Gedung Academic Center (GAC), Kampus II, UIN Jusila, Sabtu (14/03/2026).</p>



<p>‎‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Aria Septi Anggaira. Turut hadir pula perwakilan Komandan Resimen (Danmen) Lampung Sutrisno, perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Metro Yanedi, perwakilan Menwa dari Batalyon 201 Universitas Lampung (Unila) dan Batalyon 202 UIN Raden Intan Lampung, serta sejumlah tamu undangan dan perwakilan Unit Kegiatan Khusus (UKM)/UKK UIN Jusila lainnya.</p>



<p>‎‎Acara tersebut diadakan dengan tujuan menghidupkan kembali jati diri UKK Menwa yang sempat fakum, sekaligus membentuk kembali anggota menjadi pribadi yang disiplin.‎</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-6 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="738" data-id="18601" src="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-1024x738.jpeg" alt="" class="wp-image-18601" srcset="https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-1024x738.jpeg 1024w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-300x216.jpeg 300w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-768x553.jpeg 768w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-1536x1107.jpeg 1536w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-2048x1476.jpeg 2048w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-750x540.jpeg 750w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-110x80.jpeg 110w, https://kronika.id/wp-content/uploads/2026/03/menwa.jpg-1-1-325x233.jpeg 325w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p>‎Dalam amanatnya, Aria Septi berharap UKK Menwa dapat mengharumkan nama <em>civitas academica</em> serta menjadi teladan dalam hal kepemimpinan bagi seluruh mahasiswa. Ia juga menekankan agar UKK Menwa mampu menjadi wajah organisasi yang memberikan dampak positif dan nyata bagi kemajuan kampus.‎</p>



<p>‎&#8221;Harapan besar nantinya Menwa bisa terus berkontribusi, mengawal, dan menggiring kegiatan kemahasiswaan, mengawal semua kegiatan yang ada di kampus kita. Semoga kepengurusan yang baru ini, bisa menyebarkan manfaat bagi lingkungan sekitar bangsa dan negara,&#8221; harapnya.</p>



<p>‎‎‎‎‎Komandan terpilih Batalyon 205 Gagak Wulung Metro Fikri Nuriad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para demisioner, khususnya demisioner 2024, atas dedikasi yang telah diberikan selama masa kepengurusan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk kembali mengaktifkan berbagai kegiatan di UKK Menwa serta memperkuat silaturahmi antara anggota dan para senior guna mendiskusikan arah perkembangan organisasi ke depan.‎</p>



<p>‎&#8221;Sedikit demi sedikit kita ingin membangun kembali Menwa melalui kegiatan harian maupun mingguan. Kita tekankan kembali kepada anggota untuk menghidupkan kembali maruah Menwa, karena tantangan paling sulit saat ini ialah mengaktifkannya kembali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>‎‎Dalam tanggapannya usai terpilih sebagai komandan, Fikri mengaku senang dan bersyukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berharap momentum tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus awal kebangkitan UKK Menwa agar mampu memberikan pengaruh positif bagi kampus.</p>



<p>‎‎&#8221;Saya senang karena hari ini bisa terpilih menjadi komandan secara resmi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan, dan melalui kegiatan ini kita bisa bangkit kembali serta membawa pengaruh positif bagi UIN Jusila,&#8221; tuturnya.</p>



<p>‎Sementara itu, Wakil Komandan (Wadan) Batalyon 201 Unila David Andika, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan kegiatan serta kedisiplinan peserta yang terjaga sejak awal hingga akhir acara.‎</p>



<p>‎&#8221;Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Pelaksanaannya juga berjalan dengan baik, acaranya tersusun mulai dari pembukaan hingga penutupan, termasuk sambutan dari para pejabat yang telah memberikan arahan dan motivasi untuk Menwa ke depannya,&#8221; ujarnya.‎</p>



<p>‎Ia juga menyampaikan harapan agar Menwa ke depan dapat berkembang menjadi lebih baik dengan nilai juang yang terus meningkat, serta didukung oleh kualitas manusia yang semakin kuat.‎</p>



<p>‎&#8221;Semoga Menwa bisa berjalan dengan lebih baik lagi, lebih semangat lagi, dan juga sumber daya manusianya lebih meningkat lagi,&#8221; harapnya.</p>



<p>Perwakilan Danmen Lampung Sutrisno juga menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam memperkokoh tali persaudaraan antara alumni, anggota Menwa, serta <em>civitas academica</em> UIN Jusila. &#8220;Kegiatan ini sangat positif memupuk silaturahmi antar alumni dan Menwa serta <em>civitas academica</em> UIN Jusila,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>‎‎Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai bagian dari proses estafet kepemimpinan di tubuh Menwa. Menurutnya, momentum Sertijab diharapkan mampu mendorong komandan terpilih untuk merancang kegiatan yang lebih berdampak bagi lingkungan perguruan tinggi.</p>



<p>‎‎&#8221;Komandan terpilih diharapkan bisa melanjutkan program yang belum terlaksana serta mengkaji kembali kegiatan apa saja yang perlu dilakukan agar memberikan nilai tambah bagi perguruan tinggi,&#8221; harapnya.</p>



<p>Reporter: Habibila/Riska</p>
<p>The post <a href="https://kronika.id/ukk-menwa-bangkit-dari-masa-vakum-sertijab-tekankan-penguatan-komunikasi/">UKK Menwa Bangkit dari Masa Vakum, Sertijab Tekankan Penguatan Komunikasi</a> appeared first on <a href="https://kronika.id">Kronika</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kronika.id/ukk-menwa-bangkit-dari-masa-vakum-sertijab-tekankan-penguatan-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
